Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNA ponsel lipat model clamshell (flip) sering kali mengeluhkan satu hal yang sama: rasio layar yang terlalu sempit dan memanjang, membuatnya kurang nyaman untuk mengetik atau menonton video format standar. Huawei tampaknya mendengar keluhan ini dengan sangat serius. Melanjutkan kesuksesan Pura X generasi pertama, Huawei Pura X2 diprediksi akan hadir pada kuartal kedua (Q2) 2026 dengan membawa penyempurnaan pada konsep "Wide Flip" yang revolusioner. Artikel ini akan membedah bocoran spesifikasi, performa chipset misterius Kirin 9030, dan mengapa perangkat ini bisa menjadi standar baru ponsel lipat kompak.
Berbeda dengan kompetitor seperti Samsung Galaxy Z Flip series yang mempertahankan rasio aspek 22:9 (sangat tinggi dan kurus), Huawei Pura X2 dirumorkan mempertahankan dan memperluas rasio aspek 16:10 pada layar utamanya. Saat dibuka, perangkat ini tidak terasa seperti ponsel yang "dipanjangkan", melainkan seperti tablet mini berukuran 7,7 hingga 8 inci.
Desain ini memberikan "ruang napas" lebih luas untuk multitasking split-screen yang lebih natural. Di bagian luar, cover screen juga diprediksi melebar, memungkinkan pengguna membalas pesan atau melihat navigasi peta tanpa merasa sesak.
Jantung dari Huawei Pura X2 adalah chipset Kirin 9030. Berdasarkan bocoran benchmark awal, chipset ini diproduksi dengan fabrikasi N+3 (setara 5nm) oleh SMIC. Mengusung arsitektur 9-core (1+4+4), Kirin 9030 menjanjikan peningkatan efisiensi daya yang signifikan dibandingkan pendahulunya, Kirin 9020.
Meskipun secara raw power (skor benchmark sintetis) mungkin masih tertinggal dibandingkan Snapdragon 8 Elite atau Apple A19 yang akan datang, kekuatan utama Huawei terletak pada integrasi vertikal dengan HarmonyOS 6.0. Optimalisasi software-hardware ini memungkinkan Pura X2 berjalan sangat mulus meski dengan angka benchmark yang lebih rendah di atas kertas.
Sebagai bagian dari lini "Pura" (rebranding dari P series yang legendaris soal kamera), Pura X2 tidak main-main di sektor fotografi. Bocoran menyebutkan adanya sensor multispektral "Red Maple". Sensor ini bukan untuk menangkap gambar, melainkan untuk menganalisis spektrum cahaya guna menghasilkan reproduksi warna yang sangat akurat, terutama untuk skin tone dan kondisi pencahayaan kompleks.
| Fitur | Estimasi Spesifikasi Pura X2 |
|---|---|
| Layar Utama | 7.7 - 8 inci OLED, 120Hz LTPO, Rasio 16:10 |
| Chipset | HiSilicon Kirin 9030 (5G) |
| OS | HarmonyOS 6.0 (Next) |
| Kamera Belakang | 50MP Main + 40MP Ultrawide + 8MP Telephoto + Red Maple Sensor |
| Baterai | ~5.000 mAh (Silicon-Carbon) |
| Rilis | Q2 2026 (April - Juni) |
Pros (Kelebihan):
Cons (Kekurangan):
Poin paling unik dari Huawei Pura X2 adalah keberaniannya melawan arus desain. Mayoritas ponsel lipat vertikal didesain agar "mudah digenggam satu tangan" saat tertutup, namun mengorbankan rasio layar saat dibuka menjadi terlalu kurus. Huawei mengambil pendekatan "Productivity First". Dengan membuat bodi sedikit lebih lebar, Pura X2 menyelesaikan dua masalah sekaligus: kapasitas baterai bisa lebih besar (karena bodi lebih luas) dan layar dalam menjadi lebih fungsional untuk membaca dokumen atau web browsing tanpa perlu sering scrolling. Ini adalah celah pasar yang belum diisi oleh Samsung maupun Motorola.
Huawei Pura X2 tampaknya akan menjadi perangkat yang sangat matang di tahun 2026. Jika Anda adalah pengguna yang mendambakan portabilitas ponsel lipat namun kecewa dengan sempitnya layar flip yang ada saat ini, Pura X2 layak ditunggu hingga Q2 2026. Meskipun tantangan chipset dan absennya GMS masih membayangi, inovasi desain dan kameranya menawarkan proposisi nilai yang sulit diabaikan bagi penggemar teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved