Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Disebut Terlalu Mahal, Harga Ponsel Diprediksi Naik Drastis

Rifaldi Putra Irianto
02/1/2026 11:44
Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Disebut Terlalu Mahal, Harga Ponsel Diprediksi Naik Drastis
chipset dari Qualcomm(Dok: Qualcomm)

SEPERTI tahun sebelumnya, Qualcomm bersiap menghadirkan semikonduktor atau chipset untuk perangkat ponsel terbaru pada 2026 ini. Perusahaan teknologi yang berpusat di San Diego, Amerika Serikat, kemungkinan akan merilis Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Sedikit berbeda dari biasanya, dikutip dari laman WCCFTech, sejumlah kabar menyebut Qualcomm akan merilis dua chipset dari seri tersebut dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 untuk versi standar dan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro versi yang lebih bertenaga. Untuk versi pro tentu akan memiliki harga yang lebih mahal dibanding versi standar.

Meskipun harga pasti Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan versi Pro belum disebutkan, namun untuk Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dikabarkan akan memiliki harga yang tinggi karena menjadi chipset pertama Qualcomm yang diproduksi massal menggunakan proses 2nm TSMC. Snapdragon 8 Elite Gen 5 sendiri sudah memiliki harga yang mahal, dikabarkan mencapai USD280 (sekitar Rp4,6 juta) per unit.

Dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang dikabarkan akan menghadirkan arsitektur CPU Oryon baru, bersama dengan litografi yang ditingkatkan, tidak mengherankan jika harga SoC tersebut diperkirakan akan melebihi USD300 (sekitar Rp5 jutaan). Hal itu pun membuka kemungkinan adanya lonjakan harga ponsel di pasaran pada masa mendatang.

Di Indonesia, setidaknya sudah ada ponsel yang mendukung Snapdragon 8 Elite Gen 5 dan telah dijual di pasaran, yakni iQOO 15, perangkat itu dibanderol mulai dari harga Rp12,9 juta (variasi 12GB/256GB) dan Rp15,9 juta untuk variasi (16GB/1TB). Jika ponsel dengan chipset sebelumnya saja melampaui harga diatas Rp10 jutaan, bagaimana dengan harga ponsel masa mendatang yang akan ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, tentunya akan jauh lebih mahal.

Kondisi ini pun semakin diperparah dengan krisis memori yang saat ini sedang terjadi di dunia teknologi akibat masifnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). WCCFTech pun memperkirakan krisis memori ini akan meningkatkan biaya produksi (Bill of Materials/Bill of Materials/ML) sebuah smartphone sebesar 25%. dengan perusahaan-perusahaan mempertimbangkan untuk menghadirkan kembali konfigurasi RAM 4GB untuk perangkat kelas bawah  sambil memperlambat transisi ke RAM 16GB untuk model premium. 

Dengan harga chipset yang kian tinggi dan krisis memori yang tengah berlangsung, hal itu tidak menutup kemungkinan akan menyebabkan harga ponsel di masa mendatang akan mengalami lonjakan harga yang cukup drastis. (M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya