Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Ubisoft Menutup Server Rainbow Six Siege Akibat Serangan Hacker

Muhammad Ghifari A
30/12/2025 15:00
Ubisoft Menutup Server Rainbow Six Siege Akibat Serangan Hacker
Rainbow 6 Siege, sebuah game tembak-menembak taktis berbasis tim, telah menjadi judul yang sukses bagi Ubisoft.(Ubisoft)

KOMUNITAS game global baru-baru ini dikejutkan oleh keputusan mendadak Ubisoft untuk mematikan server permainan populer mereka, Rainbow Six Siege. Langkah drastis ini diambil setelah terjadinya serangan siber masif yang melumpuhkan infrastruktur permainan hingga waktu yang tidak ditentukan. 

Di tengah kepanikan pemain yang tidak bisa mengakses game kesayangan mereka, muncul isu baru yang jauh lebih mengkhawatirkan: klaim adanya serangan susulan berskala raksasa.

Rumor yang beredar luas di media sosial menyebutkan bahwa Ubisoft telah mengalami kebocoran data internal hingga 900GB. Data yang dikabarkan dicuri tersebut mencakup source code (kode sumber), alat internal perusahaan, hingga materi pengembangan rahasia untuk proyek masa depan. 

Jika benar, ini akan menjadi salah satu bencana keamanan siber terbesar dalam sejarah industri game. Namun, benarkah skalanya sebesar itu?

Investigasi terbaru menunjukkan bahwa klaim kebocoran 900GB tersebut sangat diragukan keabsahannya. Kelompok yang pertama kali menyebarkan informasi ini gagal memberikan bukti konkret atau sampel data yang valid. 

Bahkan, kelompok peretas lain yang sempat mengklaim telah membobol data pengguna Ubisoft secara resmi menarik kembali pernyataan mereka dan mengakui bahwa itu adalah informasi palsu.

Sumber internal Ubisoft yang berbicara kepada Insider Gaming mengonfirmasi bahwa tim keamanan memang sedang bekerja ekstra keras. 

Mereka mengakui pernah menangani beberapa kebocoran kecil di awal tahun yang berkaitan dengan proyek internal seperti "Scout" dan proyek Far Cry yang dibatalkan (kode nama "Talisker"). Namun, mereka menegaskan bahwa situasi saat ini tidak seburuk yang digambarkan oleh rumor di media sosial.

Banyak pakar keamanan siber menilai bahwa rumor terbaru ini sengaja dilebih-lebihkan oleh pihak tertentu untuk mencari panggung (clout) di tengah kekacauan server Rainbow Six Siege. Fokus utama Ubisoft saat ini tetap pada pemulihan stabilitas server permainan tersebut agar pemain bisa kembali bertanding dengan aman.

Meskipun saat ini tidak ada bukti kebocoran data besar-besaran, insiden ini tetap menjadi alarm keras bagi para pengembang game mengenai kerentanan infrastruktur online. 

Bagi para pemain, sangat disarankan untuk tetap waspada, memperbarui kata sandi, dan mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) sebagai langkah antisipasi. Ubisoft sendiri berjanji akan memberikan pembaruan lebih lanjut mengenai status server mereka segera setelah situasi terkendali sepenuhnya. (Insider Gaming/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya