Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Di era digital, kata sandi adalah lapisan keamanan pertama untuk melindungi data pribadi, akun media sosial, hingga akses perbankan. Meski begitu, banyak pengguna masih memilih kata sandi yang lemah, pendek, dan mudah ditebak.
Menurut laporan dari Huntress, ada 20 kata sandi paling sering digunakan di tahun 2025. Sebagian besar sangat mudah diprediksi karena merupakan kombinasi angka berurutan atau kata umum yang sudah dikenal peretas.
Penggunaan kata sandi lemah membuat akun rentan terhadap berbagai serangan siber seperti:
(Hindari semuanya!)
Daftar ini menunjukkan bahwa banyak pengguna masih lebih memprioritaskan kemudahan mengingat daripada keamanan akun. Contohnya “123456” dan “password” telah bertahun-tahun menjadi sandi terpopuler, dan sekaligus yang paling tidak aman.
Salah satu kebiasaan paling berisiko adalah menggunakan sandi yang sama di berbagai layanan.
Ini membuka peluang besar untuk terjadinya credential stuffing. Ketika satu platform mengalami kebocoran data, peretas dapat mencoba kombinasi email, sandi yang sama di situs lain. Jika cocok, akun lain dapat dengan mudah diakses.
Artinya, satu kebocoran saja bisa merembet dan membobol banyak akun lainnya.
Agar lebih aman, terapkan langkah-langkah berikut:
Buat sandi yang unik, panjang, dan kompleks dengan memadukan:
Jangan pernah memakai ulang satu sandi untuk layanan lain.
Manajer sandi bisa membuatkan kata sandi acak yang sulit ditebak dan otomatis menyimpannya, sehingga Anda tidak perlu menghafal semuanya. (Huntress/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved