Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Planet WASP-107b Terdeteksi Sedang “Menggugurkan” Atmosfernya

Thalatie K Yani
04/12/2025 07:03
Planet WASP-107b Terdeteksi Sedang “Menggugurkan” Atmosfernya
Teleskop James Web menangkap fenomena langka. Planet raksasa WASP-107b kehilangan atmosfernya, memicu awan helium raksasa yang bergerak mendahului orbitnya. (NASA/ESA)

PARA astronom berhasil menangkap fenomena langka dari sebuah planet jauh bernama WASP-107b, yang terlihat sedang “menggugurkan” atmosfernya ke angkasa. Pengamatan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) memperlihatkan gas helium menguap dari planet tersebut dan membentuk awan raksasa yang bergerak mendahului orbitnya saat mengelilingi bintang induknya.

Dalam studi yang dirilis pada 1 Desember di jurnal Nature Astronomy, para peneliti menjelaskan gas helium yang melarikan diri dari planet ini membentang hingga hampir 10 kali radius WASP-107b. Fenomena ini memberikan gambaran baru tentang bagaimana atmosfer planet raksasa dapat terkikis akibat radiasi bintang.

“Teleskop Luar Angkasa James Webb telah menangkap pelarian helium dari planet ini untuk pertama kalinya, dan ini merupakan deteksi paling meyakinkan dari penyerapan helium pra-transit pada eksoplanet mana pun,” ujar Vigneshwaran Krishnamurthy, penulis utama dari Trottier Space Institute, McGill University.

WASP-107b dikenal sebagai eksoplanet “super-puff”, yaitu planet dengan ukuran hampir setara Jupiter tetapi memiliki massa jauh lebih kecil. Planet ini berada tujuh kali lebih dekat ke bintang induknya dibanding jarak Merkurius ke Matahari, menjadikannya sangat rentan terhadap penguapan atmosfer akibat panas ekstrem.

Pengamatan JWST menunjukkan bahwa eksosfer helium yang terlepas itu melintas di depan bintang sekitar 1,5 jam sebelum transit planet dimulai. Fenomena ini dikenal sebagai pre-transit helium absorption. Dengan instrumen NIRISS (Near Infrared Imager and Slitless Spectrograph), tim ilmuwan mendeteksi sinyal inframerah helium yang mengalir di depan planet, menciptakan efek “mini-transit” berupa peredupan kecil pada cahaya bintang.

Meskipun pelarian helium pernah terdeteksi pada eksoplanet lain, ini adalah pertama kalinya astronom dapat memantau proses pengikisan atmosfer secara begitu rinci dan seolah-olah terjadi “secara langsung”.

Temuan ini juga memberi petunjuk tentang sejarah pembentukan WASP-107b. Selain helium, JWST menemukan uap air di lapisan atmosfer atas, tetapi tidak mendeteksi metana. Ketidakhadiran metana ini menunjukkan adanya dinamika pencampuran kuat yang mendorong gas panas dari bagian lebih dalam atmosfer ke permukaan.

“Jumlah oksigen di atmosfer WASP-107b lebih tinggi daripada yang kami harapkan jika planet ini terbentuk pada orbitnya yang sekarang,” kata Caroline Piaulet-Ghorayeb, salah satu peneliti yang memodelkan spektrum transmisi NIRISS. Ia menambahkan bahwa keberadaan planet lain di sistem tersebut, yaitu WASP-107c, kemungkinan berperan dalam memicu migrasi WASP-107b mendekati bintang induknya.

Mengamati planet yang sedang kehilangan atmosfer memberi wawasan penting tentang evolusi planet dan bagaimana beberapa dunia dapat terkelupas hingga menyisakan inti berbatu atau es. (Space/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya