Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dorong Transformasi 'Grids of the Future' lewat Switchgear Digital MCSet

Naufal Zuhdi
21/11/2025 00:28
Dorong Transformasi 'Grids of the Future' lewat Switchgear Digital MCSet
Schneider Electric memperkenalkan konsep 'Grids of the Future', yaitu jaringan listrik cerdas berbasis digital yang mampu memantau, mendeteksi, dan merespons risiko secara real time.(Dok. Schneider Electric)

SEIRING dengan meningkatnya kebutuhan energi dan penetrasi energi terbarukan di Indonesia, tantangan keandalan jaringan listrik semakin besar. Setiap detik gangguan listrik dapat berimplikasi langsung pada produktivitas industri, layanan kesehatan, maupun operasional pusat data. 

Melihat perubahan ini, Schneider Electric memperkenalkan konsep 'Grids of the Future', yaitu jaringan listrik cerdas berbasis digital yang mampu memantau, mendeteksi, dan merespons risiko secara real time.

Konsep ini menekankan perlunya sistem distribusi listrik yang lebih adaptif dan terdigitalisasi, terutama di tengah percepatan transisi energi dan meningkatnya ketergantungan bisnis terhadap pasokan listrik tanpa gangguan.

Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia and Timor Leste, menegaskan pentingnya digitalisasi jaringan listrik untuk menghadapi kompleksitas kebutuhan energi modern.

"Kebutuhan energi yang semakin kompleks menuntut transformasi sistem kelistrikan yang mampu memprediksi risiko, memantau kondisi secara real time, dan menjaga kontinuitas di fasilitas-fasilitas kritis demi keberlanjutan operasional. Schneider Electric berkomitmen mempercepat perjalanan ini dengan menghadirkan teknologi dan ekosistem digital yang membuat pengelolaan listrik semakinaman, efisien, dan tangguh di masa depan," ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima, Kamis (20/11).

Transformasi menuju Grids of the Future dipandang sebagai fondasi penting dalam meningkatkan daya saing industri, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mempercepat adopsi energi terbarukan di Tanah Air.

Dalam rangka mendukung transformasi tersebut, Schneider Electric menghadirkan MCSet, switchgear tegangan menengah yang dirancang untuk menjaga stabilitas distribusi listrik pada fasilitas kritis seperti pabrik, rumah sakit, pusat data, hinggai nfrastruktur publik.

Versi terbaru MCSet kini dilengkapi konektivitas digital bawaan, memungkinkan monitoring 24/7, pemeliharaan berbasis kondisi, hingga deteksi dini potensi gangguan. Teknologi ini menjadikan MCSet salah satu perangkat kunci dalam membangun infrastruktur energi yang lebih efisien dan berketahanan tinggi.

Schneider Electric menawarkan dua pendekatan digital untuk switchgear MCSet: MCSet Active dan MCSet Active Plus, dengan masing-masing tingkat pemantauan berbeda sesuai kebutuhan industri. Kedua teknologi ini turut ditampilkan pada pameran Electricity Connect 2025, yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) 19-21 November 2025.

Mengurangi downtime dan biaya operasional
Seluruh data dari MCSet Active dan Active Plus terhubung otomatis ke platform digital Schneider Electric, EcoStruxure. Melalui platform ini, operator dapat memantau kondisi switchgear secara 24 jam, menerima peringatan dini, serta mendapatkan rekomendasi dari tim ahli Connected Services Hub.

Model pemeliharaan berbasis kondisi aktual ini lebih efisien dibanding pemeliharaan konvensional yang dilakukan berdasarkan jadwal tetap. Hasilnya adalah pengurangan downtime, peningkatan usia peralatan, dan efisiensi biaya operasional, faktor penting bagi sektor industri dan layanan publik yang sangat bergantung pada kontinuitas pasokan listrik.

Menurut Schneider Electric, teknologi MCSet Active dan Active Plus banyak digunakan di sektor-sektor dengan ekspektasi keandalan tinggi, termasuk industri manufaktur, pusat data, rumah sakit, fasilitas penting publik, serta perusahaan utilitas. Sensor suhu pada industri manufaktur membantu mencegah titik panas yang dapat memicu kebakaran. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya