Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVISION kembali menjadi sorotan setelah gelombang protes dari para pemain mencuat terkait dugaan penggunaan aset berbasis AI generatif di sejumlah bagian Call of Duty: Black Ops 7, mendorong perusahaan merilis pernyataan resmi di tengah meningkatnya kritik soal produksi game mereka.
Sejak pagi, media sosial dipenuhi keluhan pemain yang menyoroti berbagai gambar dalam game, khususnya calling card, yang mereka yakini dihasilkan oleh AI. Banyak yang menilai gaya gambarnya tampak meniru visual ala Studio Ghibli, mengikuti tren AI Ghibli yang sempat ramai awal tahun.
Sebuah unggahan populer di Reddit bahkan menyimpulkan bahwa kartu kartu tersebut pasti dibuat dengan AI.
Dalam pernyataan kepada CharlieIntel, Activision kembali menegaskan penggunaan AI sebagai alat bantu tanpa mengonfirmasi apakah calling card memang hasil AI:
“Kami memakai berbagai alat digital, termasuk AI, untuk mendukung tim kami. Namun proses kreatif tetap dipimpin sepenuhnya oleh para kreator di studio," tegasnya.
Perlu dicatat, halaman Steam Black Ops 7 juga menyertakan disclaimer: “Tim kami menggunakan alat AI generatif untuk membantu mengembangkan beberapa aset dalam game.” Pernyataan yang tidak terlalu menjelaskan apa pun.
Ini bukan pertama kalinya Call of Duty dikritik karena hal serupa. Pada Februari lalu, Activision mengakui bahwa Black Ops 6 juga melibatkan AI generatif, termasuk pada loading screen bertema “zombie Santa” yang menuai keluhan pemain dan dijuluki “AI slop”.
Pada Agustus, Miles Leslie, associate creative director Black Ops 7, mencoba meluruskan posisi tim terkait teknologi tersebut:
“Kita hidup di era yang memang sudah dipenuhi alat berbasis AI. Pernyataan resmi kami sejak tahun lalu, untuk Black Ops 6, adalah bahwa semua yang masuk ke dalam game tetap disentuh oleh tim kami. Kami memakai alat AI generatif untuk membantu, tapi bukan untuk menggantikan," ucapnya.
"Kalau ada yang bilang beberapa konten AI terlanjur masuk, ya, itu terjadi tidak sengaja dan bukan niat kami," lanjutnya.
Ketika IGN menanyakan mengapa gambar zombie Santa dan aset AI lain belum dicabut dari game, Leslie mengatakan itu bukan ranahnya, hanya menyebut “tim sedang meninjaunya”. Hingga kini, tidak jelas apakah dan bagaimana sikap Activision berubah.
Black Ops 7 sendiri sudah dirilis, meski ulasan awal untuk kampanye single player cenderung loyo. Reviewer PC Gamer menyebutnya “ambisius, tapi tidak selalu berhasil".
Di sisi lain, kritik terus berdatangan. Banyak pemain kecewa karena aset seni yang dianggap dibuat AI muncul di game triple A yang harganya premium. Beberapa komentar di Reddit menyayangkan keputusan ini, terutama karena Treyarch dikenal memiliki deretan artis berbakat.
Namun tidak semua reaksi negatif. Ada juga pemain yang menganggap penggunaan AI di industri game adalah hal yang tak terelakkan:
“Kita sudah sampai pada titik di mana kita harus menerima bahwa AI art akan terus dipakai. Sayang memang, karena banyak artis hebat yang akhirnya terdampak," tulisnya.
Menurut laporan Totally Human, jumlah game di Steam yang secara terbuka mengakui penggunaan AI generatif melonjak 800 persen tahun ini. Sekitar 8.000 judul kini menandai bahwa mereka memakai GenAI, naik drastis dari sekitar 1.000 setahun lalu.
Tetapi karena pengungkapan ini bersifat sukarela, angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi. (IGN, Video Games Chronicle/Z-10)
Game ini berlatar di tahun 2035, sekitar 10 tahun setelah peristiwa di Black Ops II 2012 dan kelanjutan setelah Black Ops 6.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved