Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH lebih dari satu dekade, Valve kembali merilis perangkat Steam Machine terbaru. Peluncuran ini disertai dua produk lain, Steam Controller generasi baru dan Steam Frame, headset VR yang berjalan di atas SteamOS. Ketiganya menandai langkah baru Valve dalam membangun sistem perangkat gaming yang saling terhubung.
Steam Machine bukan proyek baru bagi Valve. Upaya pertama perusahaan memperkenalkan perangkat serupa terjadi pada 2015. Sayangnya saat itu gagal bersaing karena keterbatasan dukungan game di SteamOS, sistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan Valve sendiri.
Situasi mulai berubah sejak hadirnya Steam Deck pada 2022. Melalui perangkat genggam tersebut, SteamOS kembali mendapat perhatian setelah dilengkapi Proton, teknologi kompatibilitas yang memungkinkan game berbasis Windows dijalankan di Linux.
Dengan dukungan itu, Valve kini mencoba lagi menghadirkan PC gaming berukuran kecil dengan dukungan software yang lebih matang.
SteamOS pertama kali diluncurkan pada 2013 dengan ambisi menciptakan sistem operasi alternatif bagi gamer PC. Namun pada masa awalnya, hanya sedikit game yang mendukung Linux secara langsung.
Proyek Proton yang diperkenalkan pada 2018 menjadi faktor penting dalam mengubah situasi tersebut. Proton memungkinkan game Windows berjalan di sistem Linux tanpa perlu dukungan native dari pengembang.
Valve menyebut versi terbaru Proton kini dapat berjalan di berbagai arsitektur prosesor, termasuk Qualcomm Snapdragon 8 Gen 3, yang digunakan pada Steam Frame. Langkah ini memperluas jangkauan SteamOS ke perangkat berbasis ARM, wilayah yang selama ini sulit dimasuki platform lain.
Berbeda dengan pendekatan tertutup seperti ekosistem Apple atau Microsoft, Valve tetap mempertahankan SteamOS sebagai sistem terbuka. Sistem operasi ini dapat diunduh dan diinstal secara bebas di berbagai perangkat, meskipun hanya Steam Deck dan Legion Go S yang saat ini dijamin kompatibel penuh.
Valve juga tidak membatasi penggunaan kontroler atau periferal tertentu. Steam Machine dapat digunakan dengan berbagai jenis kontroler, sementara Steam Controller baru tetap bisa berfungsi di sistem operasi lain.
Langkah Valve ini muncul di tengah meningkatnya minat terhadap perangkat gaming berbasis Linux. Sejumlah distro seperti Bazzite juga mulai bermunculan, menawarkan pengalaman bermain serupa dengan fokus pada efisiensi dan kemudahan.
Meskipun masih ada kendala kompatibilitas, terutama pada game dengan sistem anti-cheat yang ketat, SteamOS terus menunjukkan kemajuan. Perkembangan ekosistem ini menandakan hadirnya alternatif baru di luar dominasi Windows.
Valve belum mengumumkan jadwal rilis global maupun harga resmi untuk ketiga perangkat tersebut. Namun, peluncuran ini menandai kembalinya perusahaan ke ranah perangkat keras setelah hampir sepuluh tahun, dengan fokus yang kini lebih terarah pada integrasi software dan sistem terbuka. (IGN/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved