Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
JAUH sebelum Bumi memiliki tujuh benua seperti sekarang, planet ini hanya memiliki satu daratan raksasa yang dikenal dengan nama Pangea. Superbenua ini terbentuk sekitar 299 juta tahun lalu pada masa Permian Awal, dan menjadi rumah bagi hampir seluruh daratan yang kini tersebar di berbagai belahan dunia.
Pangea dikelilingi samudra luas bernama Panthalassa, sementara di sisi timurnya terdapat lekukan besar yang disebut Laut Tethys. Bentuknya menyerupai huruf “C”, membentang dari wilayah kutub utara hingga kutub selatan Bumi. Kala itu, iklim di Pangea sangat beragam, mulai dari daerah gurun kering di bagian tengah hingga wilayah pesisir yang lembap dan kaya kehidupan laut.
Proses penyatuan daratan yang membentuk Pangea dimulai jauh sebelum periode Permian, tepatnya sejak masa Devon sekitar 419 juta tahun lalu. Saat itu, dua daratan besar bernama Laurentia (cikal bakal Amerika Utara) dan Baltica (Eropa Timur) bergabung dengan beberapa mikrobenua kecil, membentuk benua baru yang disebut Euramerica.
Beberapa juta tahun kemudian, Euramerica bertumbukan dengan Gondwana, sebuah daratan purba yang terdiri atas wilayah yang kini menjadi Afrika, Amerika Selatan, India, Australia, dan Antartika. Tumbukan inilah yang menyatukan hampir seluruh daratan Bumi menjadi satu kesatuan besar yang disebut Pangea.
Proses penyatuan ini tidak hanya membentuk daratan luas, tetapi juga memunculkan pegunungan-pegunungan besar akibat benturan antar lempeng. Wilayah tengah Pangea menjadi daerah kering dan tandus karena jauh dari laut, sementara di tepinya terbentuk daerah pesisir yang menjadi tempat berkembangnya berbagai organisme laut purba.
Namun, seperti halnya segala sesuatu di alam, Pangea tidak bertahan selamanya. Sekitar 200 juta tahun lalu, pada awal zaman Jura, superbenua ini mulai terbelah perlahan. Para ilmuwan menjelaskan peristiwa ini melalui teori tektonik lempeng, yang menyebutkan bahwa lapisan luar Bumi (litosfer) terdiri atas potongan besar yang terus bergerak.
Pergerakan panas dari dalam mantel Bumi menyebabkan tekanan besar pada kerak bumi, membentuk retakan dan menyebabkan daratan terpisah. Dari proses inilah terbentuk punggung tengah samudra, tempat lempeng baru muncul dan samudra mulai terbuka.
Tahap pertama pecahnya Pangea terjadi sekitar 180 juta tahun lalu, ketika terbentuk Samudra Atlantik Tengah yang memisahkan Amerika Utara dari Afrika bagian barat laut. Di saat yang sama, bagian selatan Pangea mulai terbuka menjadi Samudra Hindia barat daya yang memisahkan Afrika dan Antartika.
Sekitar 140 juta tahun lalu, Afrika mulai menjauh dari Amerika Selatan, membentuk Samudra Atlantik Selatan. Di sisi lain, India terpisah dari Antartika dan Australia, menciptakan Samudra Hindia bagian tengah. Sekitar 80 juta tahun lalu, Amerika Utara berpisah dari Eropa, Australia mulai bergerak menjauh dari Antartika, dan India akhirnya terlepas dari Madagaskar.
Perjalanan panjang benua India mencapai puncaknya sekitar 50 juta tahun lalu, ketika ia bertabrakan dengan Eurasia. Tumbukan dahsyat itu melahirkan salah satu pegunungan tertinggi di dunia, yaitu Pegunungan Himalaya yang terus bertambah tinggi hingga hari ini.
Pecahnya Pangea membawa dampak besar bagi kehidupan di Bumi. Perubahan posisi benua menyebabkan perubahan besar pada pola arus laut, iklim global, dan habitat makhluk hidup. Saat benua-benua baru terbentuk, muncul pula samudra-samudra baru yang mengatur distribusi panas di permukaan Bumi.
Selain itu, pada masa menjelang berakhirnya periode Permian, perubahan lingkungan yang ekstrem diyakini turut memicu peristiwa kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi, yang menghapus lebih dari 90% spesies laut dan 70% spesies darat.
Gagasan tentang keberadaan Pangea pertama kali diajukan oleh Alfred Wegener, seorang meteorolog asal Jerman, pada tahun 1912. Ia terinspirasi oleh kesamaan bentuk garis pantai antara Afrika Barat dan Amerika Selatan, yang tampak seperti potongan puzzle yang bisa disatukan.
Wegener mengemukakan teori pergeseran benua (continental drift), menyatakan bahwa semua benua dulunya menyatu dalam satu daratan besar bernama Pangea sebelum akhirnya terpisah. Meski pada masanya teori ini dianggap aneh dan sulit diterima, ide Wegener menjadi dasar penting bagi perkembangan teori tektonik lempeng modern yang kini diakui secara ilmiah. (Britannica/Z-2)
Ilmuwan gunakan zircon dan kripton untuk mengungkap sejarah lanskap kuno Australia. Temukan bagaimana "jam kosmik" ini melacak evolusi bumi jutaan tahun lalu.
Menurut sebuah studi terbaru, peristiwa yang digunakan para geolog untuk membedakan transisi antar “bab” dalam sejarah Bumi ternyata mengikuti pola hierarkis tersembunyi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved