Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LUBANG hitam bukan sekadar imajinasi fiksi ilmiah. Melainkan objek kosmik nyata yang benar-benar ada di galaksi, bahkan jauh lebih menakutkan dibandingkan gambaran manusia pada umumnya.
Lubang hitam memiliki kemampuan luar biasa untuk menelan apa saja di sekitarnya. Mulai dari partikel debu kosmik, planet, hingga bintang-bintang raksasa yang ukurannya berkali-kali lipat lebih besar daripada Matahari. Fenomena ini bukan hanya teori, melainkan fakta yang telah dibuktikan para ilmuwan melalui teknologi dan pengamatan bertahun-tahun.
Menurut penjelasan dari Center for Astrophysics Harvard & Smithsonian, lubang hitam (black hole) merupakan salah satu fenomena paling misterius sekaligus menakjubkan di alam semesta. Objek ini mempunyai tarikan gravitasi yang begitu kuat hingga tidak ada satu pun benda yang bisa meloloskan diri darinya, bahkan cahaya sekalipun.
Itulah alasan mengapa lubang hitam tampak sepenuhnya gelap. Kegelapan tersebut bukan karena warnanya hitam, melainkan karena ia tidak memantulkan ataupun memancarkan cahaya. Kondisi ini menjadikan lubang hitam sangat sulit untuk diamati langsung oleh para astronom.
Keberadaan lubang hitam benar-benar nyata. Walau tidak dapat dilihat secara langsung, para peneliti telah menemukan banyak bukti keberadaannya.
Tarikan gravitasinya terhadap bintang terdekat, radiasi sinar-X dari cakram gas yang berputar di sekitarnya, hingga gelombang gravitasi yang terdeteksi akibat tabrakan dua lubang hitam, semuanya memperkuat fakta bahwa objek ini benar-benar ada.
Bukti visual yang paling fenomenal terjadi pada tahun 2019, ketika tim ilmuwan dari Event Horizon Telescope (EHT) berhasil menangkap citra pertama bayangan lubang hitam supermasif di galaksi M87. Foto itu menjadi kunci sejarah dalam penelitian astrofisika.
Lubang hitam dapat terbentuk melalui dua mekanisme utama:
Ketika bintang bermassa sangat besar kehabisan bahan bakarnya, ia akan runtuh dan meninggalkan inti padat yang berubah menjadi lubang hitam.
Dalam beberapa kasus, awan gas berukuran sangat besar bisa runtuh secara langsung tanpa terlebih dahulu membentuk bintang. Proses ini diperkirakan menghasilkan lubang hitam berukuran super besar yang kemudian dapat menjadi cikal bakal lubang hitam supermasif di pusat galaksi.
Berdasarkan massanya, para ilmuwan mengklasifikasikan lubang hitam ke dalam tiga kategori utama:
Terbentuk dari bintang masif yang mati, dengan massa beberapa kali lebih besar dari Matahari. Ini adalah jenis yang paling banyak ditemukan, meski sering tersembunyi dan sulit dideteksi jika tidak memiliki pasangan bintang.
Mempunyai massa sekitar 100 hingga 10.000 kali massa Matahari. Jenis ini masih jarang ditemukan dan keberadaannya belum sepenuhnya dipahami.
Hampir setiap galaksi besar, termasuk Bima Sakti, memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya. Massa jenis ini bisa mencapai miliaran kali massa Matahari, dan mekanisme pembentukannya masih menjadi teka-teki besar dalam kosmologi modern.
Berdasarkan perkiraan Space Telescope Science Institute (STScI), hanya di Bima Sakti saja terdapat sekitar 100 juta lubang hitam.
NASA menambahkan sekitar satu dari setiap seribu bintang memiliki peluang cukup besar untuk menjadi lubang hitam. Selain itu, pusat galaksi kita diyakini dihuni oleh sebuah lubang hitam supermasif dengan massa sekitar 4 juta kali massa Matahari.
Lubang hitam terdekat yang diketahui saat ini adalah Gaia-BH1, yang letaknya hanya sekitar 1.560 tahun cahaya dari Bumi.
Lubang hitam bukan sekadar konsep teoritis, melainkan objek nyata yang berperan penting dalam memahami hukum gravitasi ekstrem, dinamika pembentukan galaksi, dan bahkan teori kuantum. Black hole bukan hanya “lubang” di ruang angkasa, tetapi objek bermassa raksasa dengan pengaruh luar biasa terhadap struktur dan evolusi alam semesta. (cfa.harvard.edu/Z-2)
Lubang hitam supermasif di galaksi J1007+3540 kembali aktif dengan ledakan plasma sejauh 1 juta tahun cahaya.
Lubang hitam yang paling awal diketahui di alam semesta ini adalah moster kosmik yang 10 juta kali lebih berat massanya dari matahari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved