Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Astronom meluncurkan program penelitian ATREIDES untuk meneliti fenomena “Gurun Neptunus”, sebuah wilayah kosmik misterius yang hampir kosong dari planet bermassa 10-20 kali Bumi di orbit dekat bintang induknya. Planet-planet langka ini dikenal sebagai Neptunus Panas.
Program ini berbeda dari gurun di planet fiksi Arrakis milik Paul Atreides dalam novel Dune. “Gurun” di ruang angkasa ini justru menggambarkan absennya planet yang seharusnya mungkin terbentuk, namun tidak ditemukan.
Target awal penelitian ATREIDES adalah sistem bintang TOI-421 yang berjarak sekitar 244 tahun cahaya dari Bumi. Sistem ini dihuni oleh bintang katai oranye (tipe-K) dengan dua eksoplanet:
Penelitian menemukan orbit kedua planet ini tidak sejajar, tanda bahwa sistem ini memiliki sejarah evolusi yang kacau. Fenomena orbit miring ini bisa menjelaskan kelangkaan Neptunus Panas di galaksi.
“Kerumitan lanskap eksoplanet Neptunus memberikan jendela unik untuk memahami proses pembentukan sistem keplanetan,” ujar Vincent Bourrier, peneliti utama ATREIDES dari University of Geneva (UNIGE).
Dalam dekade terakhir, pemetaan eksoplanet mengungkap lanskap yang lebih kompleks:
Fenomena ini diperkirakan terjadi akibat migrasi planet dari lokasi awal pembentukan menuju orbit saat ini. Ada dua skenario utama:
Meski penelitian masih berlangsung, hasil awal ATREIDES menunjukkan bahwa orbit miring di TOI-421 dapat menjadi petunjuk mengapa Neptunus Panas jarang ditemukan.
Bourrier menambahkan:
“Pemahaman mekanisme yang membentuk gurun, sabana, dan punggungan Neptunus akan memperluas wawasan kita tentang pembentukan planet. Namun, alam semesta jelas masih menyimpan kejutan yang bisa memaksa kita mengubah teori yang ada.” (Space.com/Z-10)
Bukti semakin mengarah pada kemungkinan bahwa kita tinggal di dalam kekosongan kosmik yang luas, dengan kepadatan materi sekitar 20 persen lebih rendah daripada rata-rata kosmik.
NASA merilis koleksi gambar kosmik terbaru yang menampilkan keindahan luar angkasa dengan detail menakjubkan yang diambil Chandra X-ray Observatory.
Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengungkap detail atmosfer SIMP 0136, objek kosmik yang mungkin merupakan planet liar atau katai coklat.
Para astronom telah menemukan lubang hitam berukuran 36 miliar kali massa Matahari yang tersembunyi di dalam sistem Cosmic Horseshoe di konstelasi Leo.
Para astronom menemukan lubang hitam raksasa dengan massa 36 miliar kali Matahari di dalam sistem Cosmic Horseshoe, sebuah fenomena lensa gravitasi di konstelasi Leo.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved