Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
CHATGPT merupakan aplikasi konsumen berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dengan pertumbuhan tercepat yakni 100 juta pengguna dalam waktu 2 bulan. Sejak saat itu, alat yang menggunakan teknologi AI ini telah memengaruhi cara kita belajar, menulis, bekerja, dan berkreasi secara signifikan. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa secara tidak sadar AI memengaruhi kita mengubah cara kita berbicara.
Peneliti pascadoktoral Institut Max Planck untuk Pembangunan Manusia di Berlin, Jerman, Hiromu Yakura menyadari perbedaan kosakatanya sendiri sekitar setahun setelah ChatGPT diluncurkan.
"Saya menyadari bahwa saya lebih sering menggunakan 'delve' saya ingin melihat apakah ini terjadi tidak hanya pada saya tetapi juga pada orang lain," kata Yakura dikutip dari Scientific American, Jumat (18/7).
Para peneliti sebelumnya menemukan bahwa penggunaan model bahasa besar (LLM), seperti yang mendukung ChatGPT, mengubah pilihan kosakata dalam komunikasi tertulis.
Para peneliti pertama kali menggunakan ChatGPT untuk mengedit jutaan halaman email, esai, dan artikel akademis serta berita menggunakan perintah umum seperti memoles teks atau meningkatkan kejelasannya. Selanjutnya, mereka mengekstrak kata-kata yang berulang kali ditambahkan ChatGPT saat mengedit, seperti delve, realm, dan meticulous, yang mereka sebut sebagai kata-kata GPT.
Tim kemudian menganalisis lebih dari 360.000 video YouTube dan 771.000 episode podcast dari sebelum dan sesudah rilis ChatGPT untuk melacak penggunaan kata-kata GPT.
Mereka membandingkan kata-kata GPT dengan kontrol sintetis, yang dibentuk dengan memberi bobot matematis pada sinonim yang tidak sering digunakan oleh chatbot sinonim untuk delve, misalnya, dapat mencakup memeriksa dan menjelajahi.
"Hasil tim, yang dipublikasikan di server pracetak arXiv.org menunjukkan lonjakan kata-kata GPT dalam 18 bulan setelah ChatGPT dirilis. Kata-kata tersebut tidak hanya muncul dalam video formal bernaskah atau episode podcast, kata-kata tersebut juga muncul dalam percakapan spontan," ujar Yakura.
Dengan kata lain, semacam lingkaran umpan balik budaya sedang terbentuk antara manusia dan AI." Kita melatih AI dengan teks tertulis, ia menirukan versi teks yang telah diremix secara statistik kembali kepada kita, dan kita menangkap polanya dan tanpa sadar mulai menirunya," bunyi penelitian tersebut.
"Pola-pola yang tersimpan dalam teknologi AI tampaknya ditransmisikan kembali ke pikiran manusia," ujar rekan penulis studi Levin Brinkmann, juga dari Institut Max Planck untuk Pembangunan Manusia. (H-3)
Pelajari tren AI terbaru, penerapannya di berbagai bidang, serta dampak positif dan tantangan kecerdasan buatan di era digital.
SEKELOMPOK peneliti menemukan sistem Universal Network for Identifying Tampered and synthEtic videos (Unite) untuk mendeteksi video palsu hingga deepfake.
MICROSOFT memperkenalkan mode Copilot pada aplikasi peramban Microsoft Edge, itu merupakan fitur berbasis AI yang mampu memudahkan pengguna saat berselancar di Microsoft Edge.
Financial Analyst Brahmantya Himawan mengatakan dalam dunia trading yang dipenuhi dinamika dan ketidakpastian, AI saja tidak cukup.
Penggunaan ChatGPT yang semakin masif ternyata memiliki dampak dan risiko pada diri penggunanya dan juga secara lebih luas bagi budaya masyarakat.
ChatGPT bukan pengganti terapis. Simak 4 alasan mengapa AI berisiko jika dijadikan tempat curhat masalah kesehatan mental.
Model AI baru bernama HRM meniru cara kerja otak manusia dan berhasil mengalahkan ChatGPT, Claude, hingga Deepseek dalam tes penalaran ARC-AGI.
Anthropic resmi merilis ekstensi Chrome untuk chatbot AI andalannya, Claude. Fitur baru ini memudahkan pengguna berinteraksi langsung dari browser.
Sebuah studi mengungkap ChatGPT kerap memberikan informasi berbahaya kepada remaja.
Elon Musk menuding Apple memihak ChatGPT di App Store. Ia bahkan berjanji akan membawa masalah ini ke ranah hukum.
PERUSAHAAN teknologi Amerika Serikat, Apple, dikabarkan tengah mengembangkan model kecerdasan buatan buatan sendiri, seperti ChatGPT. Model kecerdasan buatan
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved