Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANTIVIRUS adalah perangkat lunak atau software yang dirancang untuk mendeteksi, mencegah, dan menghapus virus komputer serta berbagai jenis ancaman malware lainnya seperti worm, trojan, spyware, adware, dan ransomware.
Antivirus berfungsi melindungi sistem komputer Anda dari serangan yang dapat merusak data, mencuri informasi, atau mengganggu kinerja perangkat.
Menonaktifkan antivirus di laptop atau PC bisa dilakukan dengan langkah-langkah yang berbeda tergantung pada jenis antivirus yang Anda gunakan.
Buka Windows Security:
Pilih menu Virus & threat protection:
Masuk ke Pengaturan Perlindungan:
Nonaktifkan Real-time Protection:
Konfirmasi Perubahan:
Catatan: Menonaktifkan antivirus bawaan Windows hanya bersifat sementara, dan Windows akan mengaktifkannya kembali secara otomatis setelah beberapa waktu.
Buka Antivirus Anda:
Cari Pengaturan atau Menu Utama:
Nonaktifkan Proteksi:
Pilih Durasi Penonaktifan:
Konfirmasi Perubahan:
Jika Anda ingin mematikan antivirus yang berjalan secara paksa:
Buka Task Manager:
Cari Proses Antivirus:
Akhiri Tugas:
Catatan: Metode ini hanya menghentikan sementara proses antivirus hingga komputer di-restart.
Menonaktifkan antivirus dapat membuat laptop atau PC Anda rentan terhadap serangan malware dan virus. Pastikan Anda hanya menonaktifkan antivirus jika benar-benar diperlukan, seperti saat instalasi aplikasi yang terpercaya tetapi terblokir oleh antivirus. Aktifkan kembali antivirus setelah selesai. (Z-12)
Antivirus merupakan sistem keamanan digital yang berfungsi sebagai tameng untuk melindungi komputer dari serangan virus dan malware agar tetap aman dan optimal digunakan.
Dengan menggunakan antivirus, maka komputer bisa terlindungi dari virus dan malware yang merusak sistem, hacker yang mencuri data, serta email phishing dan situs palsu.
Ini adalah perangkat lunak keamanan bawaan di Windows 10 yang melindungi komputer dari virus, malware, ransomware, dan ancaman siber lainnya.
Penelitian terbaru menunjukkan antibiotik, antivirus, dan vaksin dapat berpotensi mengurangi risiko demensia, membuka jalan baru dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif ini.
Virus di laptop dapat menyebabkan kerusakan serius pada sistem dan data pengguna. Dengan memahami jenis-jenis virus, gejala infeksi, dan cara melindungi laptop, pengguna dapat lebih siap
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved