Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK ransomware bernama Brain Cipher akhirnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2. Perusahaan keamanan siber asal Singapura, Stealthmole, mengungkapkan informasi ini.
Dalam unggahannya di X, Stealthmole menyatakan bahwa kelompok Brain Cipher berencana memberikan kunci dekripsi secara gratis pada Rabu (3/7).
Stealthmole juga menyebut bahwa kelompok tersebut meminta agar keputusan mereka diumumkan secara publik.
Baca juga : Menkominfo Akui Pertahanan Siber Indonesia Rendah
"Geng ransomware Brain Cipher mengumumkan bahwa mereka akan merilis kunci dekripsi secara gratis pada hari Rabu ini. Mereka menekankan perlunya pendanaan dan spesialis keamanan siber. Permintaan maaf kepada Indonesia atas gangguan ini," tulis Stealthmole pada Selasa (2/7).

Unggahan tersebut juga menyertakan tangkapan layar dari akun forum gelap yang diduga milik Brain Cipher. Dalam unggahan itu, mereka menawarkan opsi untuk menghubungi secara privat jika perwakilan pemerintah tidak dapat menyampaikan terima kasih secara publik.
Baca juga : DPR Dorong Aturan Turunan UU PDP Diselesaikan
Selain itu, penjahat siber ini juga menyertakan tautan untuk donasi, berharap mendapatkan sumbangan. Namun, mereka menegaskan bahwa kunci dekripsi PDNS tetap akan diberikan secara gratis.
Menurut laporan dari Bleepingcomputer, Brain Cipher adalah operasi ransomware baru yang mulai aktif pada awal Juni, menyerang berbagai organisasi di seluruh dunia.
Bleepingcomputer melaporkan bahwa beberapa sampel ransomware Brain Cipher telah diunggah ke berbagai situs berbagi malware dalam dua minggu terakhir.
Baca juga : Ganti PDNS 2, Pemerintah Targetkan Layanan Publik Kembali Normal
Sampel-sampel ini dibuat menggunakan pembuat LockBit 3.0, yang disalahgunakan oleh penjahat siber untuk meluncurkan operasi ransomware mereka sendiri.
Brain Cipher hanya membuat beberapa perubahan kecil pada enkriptor tersebut.
Salah satu modifikasinya adalah selain menambahkan ekstensi pada file yang terenkripsi, mereka juga mengenkripsi nama file.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR, Menkominfo Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa pelaku peretasan PDNS 2 adalah aktor non-negara. Namun, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai hal itu. (Z-10)
Perusahaan menghadapi risiko kehilangan data akibat ransomware, kelalaian pengguna, kesalahan konfigurasi, hingga kegagalan perangkat.
Ransomware-as-a-service kini menjadi model bisnis baru di dunia kejahatan digital.
Panduan keamanan siber untuk pemula: pahami ancaman umum, praktik kata sandi yang kuat, autentikasi dua faktor, VPN, phishing, dan tips melindungi data di perangkat serta cloud.
AI di Google Drive bekerja secara otomatis dapat menghentikan sinkronisasi file dan memungkinkan pengguna memulihkan file dengan mudah hanya dengan beberapa klik
Bisnis di Indonesia menghadapi jumlah serangan ransomware tertinggi (57.554) tahun lalu di antara negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.
Pelaku ancaman memperkuat taktik mereka dengan menggunakan metode yang lebih agresif untuk menekan korban dan memperoleh pembayaran yang lebih tinggi dan konsisten.
Bosan lupa password? Di 2026, teknologi passwordless (passkeys) resmi jadi standar login global. Simak keunggulan dan cara kerjanya di sini.
Penelitian Cybernews menemukan kebocoran hingga 730 TB data pengguna dari ratusan aplikasi AI di Google Play Store akibat praktik keamanan yang lemah dan enkripsi hardcoded.
WhizHack berfokus pada konvergensi IT dan OT, yang menjadi perhatian penting di tengah tren digitalisasi yang semakin berkembang.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez umumkan rencana pelarangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi memberantas 'Wild West' digital.
SEBAGAI salah satu perusahaan asuransi jiwa nasional yang berperan aktif dalam pengembangan industri terkait, BRI Life menjalankan berbagai inisiatif transformasi digital.
Meningkatnya penggunaan aplikasi keuangan digital di Indonesia diikuti oleh risiko kejahatan siber yang semakin kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved