Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIKUS kenamaan Amerika Serikat Frank Zappa pernah berucap, “(Terlalu) banyak buku, (semakin) sedikit waktu.”
Menurut penelitian terbaru, banyak buku justru berarti banyak waktu karena bisa memperpanjang usia. Demikian kesimpulan riset yang akan dipublikasikan di jurnal Social Science & Medicine, edisi September mendatang.
Menurut hasil penelitian tersebut, banyak membaca buku bisa memperpanjang usia hingga dua tahun. Becca R Levy, anggota tim peneliti Yale University School of Public Health, AS, mengatakan hubungan antara membaca dan kesehatan sangat nyata. “Manfaat membaca buku memperpanjang usia bagi mereka yang rajin menekuninya.”
Untuk mencapai kesimpulan itu, peneliti menganalisis data 3.635 pria dan perempuan berusia 50 tahun atau lebih. Seluruh partisipan diminta melaporkan pola kebiasaan membaca mereka selama 12 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, peneliti juga mengawasi tingkat kesehatan mereka.
Hasilnya, orang dewasa yang tekun membaca buku mampu hidup lebih lama 23 bulan ketimbang yang tidak membaca. “Membaca buku memberikan keuntungan bertahan hidup lebih lama 23 bulan,” kata anggota tim peneliti Avni Bavishi.
Para partisipan yang rajin membaca buku hingga 3,5 jam per minggu memiliki 17% tingkat kematian lebih rendah daripada kelompok yang tidak membaca. Partisipan yang membaca lebih dari 3,5 jam tiap minggu, 23% lebih rendah tingkat kematiannya. Di saat yang sama, orang dewasa yang membaca majalah dan koran juga mempunyai tingkat kelangsungan hidup yang lebih lama meski tidak sebesar seperti para pembaca buku.
Dari penelitian tersebut juga didapati bahwa kegiatan baca buku lebih aktif pada kaum perempuan, kalangan berpendidikan tinggi dan orang berpendapatan tinggi.
Akan tetapi, riset tersebut tidak mengungkap mekanisme biologis yang melatarinya. Levy dan tim mengamini studi sebelumnya bahwa peningkatan kognitif bisa melonjakkan konektivitas sel otak.
Sejumlah studi memang sudah menyoroti manfaat membaca, seperti peningkatan rasa empati pada pembaca karya fiksi. Namun, temuan Levy dan tim merupakan yang pertama kalinya dalam menemukan hubungan antara buku dan usia panjang.
“Buku bisa mengembangkan empati, persepsi sosial, dan kecerdasan emosional. Itu merupakan proses kognitif yang bisa berujung pada peningkatan masa hidup.” (Medical News Today/The Guardian/Dhk/L-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved