Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS base transceiver station (BTS) Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak menjadikan kebutuhan tersebut menjadi sama sekali tiada. Pemerataan dan pengadaan yang adil serta transparan menjadi kunci agar manfaat BTS dan jaringan internet yang mumpuni dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Pemerataan akses internet di Indonesia memang masih menjadi tantangan besar karena masih banyak daerah yang belum terjangkau dengan jaringan internet. Ada kendala-kendala antara lain keterbatasan infrastruktur, biaya, dan beberapa daerah sulit dijangkau menjadi faktor utama yang dapat menghambat pemerataan akses internet.
Peran BTS dalam meningkatkan akses internet di Indonesia sangat penting. BTS merupakan infrastruktur yang digunakan untuk mengirimkan sinyal telekomunikasi dari provider jaringan ke perangkat pengguna seperti ponsel atau komputer. "Dalam hal ini, BTS menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi yang sangat penting dalam meningkatkan akses internet di Indonesia," kata Agnes Irwanti, pemerhati bisnis telekomunikasi dan broadcasting, dalam keterangan tertulis, Rabu (7/6).
Baca juga: Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Melesat
Namun, lanjut dia, meskipun BTS sangat penting dalam meningkatkan akses internet, hal itu tentu tidak cukup untuk menyelesaikan masalah pemerataan akses internet. Perlu ada dukungan dari berbagai pihak, baik dari pemerintah, operator telekomunikasi, maupun masyarakat untuk meningkatkan akses internet. "Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan akses internet di Indonesia yaitu meningkatkan investasi di infrastruktur jaringan telekomunikasi, mengurangi biaya akses internet, dan memberikan edukasi mengenai manfaat internet untuk masyarakat. Selain itu, perlu peran serta aktif dari masyarakat untuk memanfaatkan internet dengan bijak dan produktif," papar Agnes.
Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan di Indonesia masih terjadi kesenjangan digital, baik dari ketersediaan infrastruktur digital yang dalam hal ini telekomunikasi dan internet. Selain pemerataan, kecepatan internet yang masih lelet. Data Kementerian Kominfo menyebutkan saat ini masih ada 12.548 desa dan kelurahan yang belum mendapatkan layanan internet broadband. Utamanya ialah wilayah terluar, terpencil, dan terdepan (3T). Kalau pun sudah ada yang sudah mendapatkan layanan internet, kecepatannya belum mencukupi.
Baca juga: Internet Dorong Kebangkitan Pelaku UMKM Hingga Platform OTT
"Internet saat ini menjadi bagian dari hak asasi manusia, yang menurut lembaga di bawah PBB yaitu ITU, harus diberikan negara kepada rakyatnya. Dengan masih banyak desa belum mendapatkan internet broadband, pemenuhan HAM tersebut masih belum terpenuhi," katanya. "Kita khawatir ini akan menjadi perhatian dunia," lanjut dia.
Padahal, Indonesia saat G20 mendorong negara G20 mengembangkan ekonomi digital. Pastinya, ekonomi digital tidak optimal bilamana infrastruktur digital terkendala. "Satu dua tahun ini merupakan momentum kita mengakselerasi infrastruktur digital, kalau mau ekonomi digital Indonesia maju dan terbesar di kawasan. Negara lain bahkan kecepatannya sudah dipatok 100 Mbps," tutup Heru. (Z-2)
Layanan Internet Merah Putih (IMP) resmi diperkenalkan sebagai pengembangan baru layanan internet satelit broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas nasional yang terus berkembang.
Banyak orang sudah membuktikan bisa dapat penghasilan tanpa harus nunggu keterima kerja kantoran. Kuncinya bukan instan, tapi tahu jalur yang masuk akal dan mau konsisten jalani prosesnya.
Melalui BRImo, nasabah BRI bisa melakukan pembayaran TV kabel dan internet dengan cepat, aman, dan bahkan lebih hemat berkat promo cashback menarik.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Satelit Nusantara Lima (SNL/N5) resmi mencapai orbit geostasioner di 113 derajat bujur timur pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved