Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI upaya melindungi dana investor, Binance telah mengonversi dana stable coin sebesar 1 miliar BUSD ke aset kripto. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Co-founder dan CEO Binance Changpeng Zhao. Dirinya memastikan dana tersebut telah diubah ke aset kripto seperti Bitcoin, Etherum, hingga Binance Coin.
"Dengan adanya perubahan stablecoin dan bank, Binance akan mengkonversi dana 1 miliar yang tersisa dalam inisiatif pemulihan industri ke kripto asli," sebut Zhao.
Tindakan tersebut dilakukan seiring dengan runtuhnya tiga bank pendukung kripto utama, Silicon Valley Bank (SVB), Silvergate Bank dan Signature Bank di AS yang menyebabkan stablecoin jatuh ke level 0,87 dolar AS dari 1 dolar AS.
Dalam cuitan di twitter, Zhao juga menulis langkah tersebut mencakup pemindahan dana sebesar 980 juta dolar AS dengan biaya 1,98 dolar AS untuk transaksi pemindahan kepada sejumlah aset kripto.
Sejumlah investor kripto menanggapi langkah Zhao secara beragam. Ada yang memuji keputusan tersebut dan mengusulkan penggunaan mata uang lain untuk mematok stablecoin. Di sisi lain, terdapat juga yang mempertanyakan langkah penjualan stablecoin dan konversi dana ke aset kripto yang dianggap lebih "fluktuatif" tersebut.
Baca juga : Pasar Kripto Rebound Usai Pekan Lalu Melemah Imbas dari SVB & Silvergate
Sebelumnya, Circle, perusahaan dibalik USDC, mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut memiliki sekitar 3,3 miliar dolar AS yang terikat pada SVB yang tengah kolaps sehingga menyebabkan peristiwa depegging awal. Namun pada Senin (13/3), USDC kembali bangkit mendekati titik 1 dolar AS, dari saat ini 0,99 sen.
Circle juga memiliki dana cadangan yang tertahan di Silvergate yaitu bank ramah kripto lainnya. Oleh karena itu, ketidakstabilan di sekitar USDC sempat menyebabkan efek domino pada stablecoin lain seperti Dai, USDD dan FRAX yang jatuh dari titik 1 dolar AS.
Regulator Perbankan California menutup SVB untuk melindungi simpanan nasabah dalam kegagalan bank terbesar sejak krisis keuangan AS. Krisis modal di SVB sempat menekan saham bank-bank secara global.
Namun, SVB yang juga merupakan bank pemberi pendanaan kepada perusahaan rintisan (startup) adalah bank regional dengan aset yang relatif kecil di AS, yakni hanya 200 miliar dolar AS, dibandingkan dengan jumlah aset perbankan AS yang bisa mencapai 1,3 kuadriliun dolar AS.
Adapun, Signature Bank yang berbasis di New York, ditutup pada Minggu (12/3) karena ketakutan kegagalan sistemik yang serupa dengan SVB, telah menjadi sumber pendanaan yang populer untuk perusahaan mata uang kripto. (Z-8)
PASAR aset kripto global sedang berada dalam fase volatilitas tinggi setelah bitcoin mengalami koreksi tajam ke kisaran level US$74.000 sebelum akhirnya melakukan rebound ke level US$77.000.
OJK mencatat total volume perdagangan aset kripto di Indonesia sepanjang 2025 mencapai Rp482,23 triliun, dengan jumlah investor kripto menyentuh 19,56 juta orang.
HARGA bitcoin (BTC) kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis US$90.000 pada perdagangan Rabu (21/1), seiring meningkatnya tensi geopolitik dan aksi jual di pasar aset berisiko.
EKOSISTEM aset digital Iran melampaui angka US$7,78 miliar atau sekitar Rp132 triliun pada 2025. Ini tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
DI tengah rezim Iran yang semakin terdesak, menghadapi tekanan luar biasa baik dari dalam maupun luar negeri, mata uang kripto muncul sebagai alternatif keuangan bagi banyak warganya.
Bitcoin (BTC) adalah aset digital terdesentralisasi berbasis blockchain. Pelajari cara kerja, cara mendapatkan, serta risiko Bitcoin sebelum berinvestasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved