Rabu 30 November 2022, 18:44 WIB

PHK Ancam Start-up, IndoSterling Technomedia Tetap Optimistis 

Mediaindonesia.com | Teknologi
PHK Ancam Start-up, IndoSterling Technomedia Tetap Optimistis 

DOK Pribadi.
Salah satu kekuatan yang membuat TECH tetap berjalan karena produk bussiness to bussiness (B2B) menjadi tumpuannya.

 

PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) menatap penuh percaya diri dalam menghadapi ancaman resesi maupun gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang bakal terjadi tahun depan. Komisaris Utama IndoSterling Technomedia, Sean William Henley, bersyukur bisa melewati masa sulit tahun ini tanpa melakukan PHK. Ia melihat saat ini gelombang PHK marak terjadi di industri usaha yang bergerak di bidang teknologi, termasuk bisnis start-up.

"TECH memang bukan masuk pada kategori start-up. Namun kami berusaha tidak melakukan PHK besar-besaran sebagaimana yang banyak dilakukan di perusahaan teknologi," kata William Henley saat berbicara pada acara Public Expose PT IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) di Jakarta, Rabu (30/11). 

William Henley menyadari dalam setengah tahun terakhir ini banyak perusahaan teknologi yang berguguran. Ia mengaku salah satu kekuatan yang membuat TECH tetap berjalan karena produk bussiness to bussiness (B2B) menjadi tumpuannya. "Berbeda dengan sebagian besar perusahaan start-up yang menggantungkan hidup dari dana investor untuk bertahan, TECH memiliki produk-produk yang bersifat B2B dan sudah berhasil diserap pasar dan konsumen secara sustaible," ujarnya.

Direktur Utama IndoSterling Technomedia, Billy Andrian, mengatakan optimisme untuk menatap akhir tahun ini karena diperkuat dengan data pencapaian aset dan ekuitas korporasi yang secara konstan meningkat dibandingkan tahun lalu. "Di saat kondisi gonjang-ganjing yang akan terjadi pada 2023, kami percaya bahwa selalu ada kesempatan," tuturnya.

Billy mengatakan berjalannya proses pemulihan ekonomi secara nasional pascapandemi covid-19 telah berimbas pada seluruh sektor termasuk di bidang yang menjadi cakupan bisnis TECH. "Kami optimistis untuk menutup 2022 dengan kinerja yang positif sekaligus menargetkan pencapain lebih baik tahun depan," katanya.

Dalam acara itu dipaparkan sejumlah anak usaha yang berada di bawah naungan IndoSterling Technomedia. Di antaranya ialah Technomedia Interkom Cemerlang (Edufecta) yang bergerak dalam membuat sistem manajemen pendidikan terpadu, Technomedia Sarana Semesta (Renofax) yang fokus dalam pembuatan sistem proptech. Kemudian PT Digimedi Andalan Nusantara (PingPoint, Mancode.id, KarirGoGo dan Duitologi), yang menggarap penerbitan digital dan estate digital vertikal kepemilikan dan PT Technomedia Multi Sejahtera (Kawn), spesialisasi dalam membuat sistem terpadu untuk sektor food and beverage. Ada pula Technomedia Andalan Jaya (Stock Map, Sterling Alpha, Sentinel) bergerak dalam membuat solusi dan platform industri keuangan dan pasar modal. Indosterling Lokamedia Makmur (Lokamedia) bergerak dalam membuat platform hyperlocal untuk promosi UMKM.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kawn dari PT Technomedia Multi Sejahtera, Yoas, menuturkan pihaknya yang bergerak di bidang sistem terpadu untuk sektor food and beverage kini berkolaborasi bersama BCA untuk integrasi dengan EDC dan sistem QR code. "Kerja sama dengan pihak BCA meningkatkan protofolio profesionalitas sistem kami di mata pengguna. Selain itu Kawn berkolaborasi dengan Accurate untuk mengembangkan fitur sistem akuntansi terintegrasi," tuturnya.

Sebagai perusahaan berorientasi global, IndoSterling Technomedia memiliki Roadmap to Sustainability Measure and Net Zero yang menjadi bentuk dukungan nyata bagi komitmen Indonesia dalam mengendalikan dan menurunkan emisi secara global. Indonesia ialah negara berkembang pertama yang mendukung secara langsung Paris Agreement Goal dan komitmen nasional melalui UU Nomor 16 Tahun 2016 tentang pengesahan Paris Agreement dengan target Nationally Determined Contribution (NDC) yaitu dapat menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 29% dari BaU atau 41% mendapat dukungan internasional pada 2030.

Langkah nyata pemerintah Indonesia ialah menerapkan carbon pricing berupa carbon tax yang ditetapkan melalui Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Untuk saat ini, sesuai dengan UU HPP pajak karbon yang diperjualbelikan Rp30 per kilogram karbon dioksida ekuivalen (CO2e) atau satuan yang setara. Sepanjang 2021 operasional korporasi menghasilkan emisi karbon sebesar 66 ton dari penggunaan pengatur suhu ruangan (AC), penggunaan listrik untuk server, hingga transportasi direksi dan karyawan. Sebagai wujud nyata mendukung net zero carbon, selain menjalankan sejumlah langkah untuk menekan produksi karbon, perusahaan juga melakukan pembelian karbon kredit sebesar 17 ton atau sekitar 25,7% karbon yang dihasilkan pada 2021. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Apps Store Alternatif sebagai Cara Pertumbuhan Inkremental di Masa Depan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 22:26 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir, OEM seluler android utama (Original Equipment Manufacturers) telah meluncurkan toko aplikasi alternatif...
AFP

Sebagian Pemilik Aset Kripto Rentan Ancaman Siber

👤Budi Ernanto 🕔Minggu 29 Januari 2023, 13:02 WIB
Ada juga 38% responden yang tidak menyadari bahwa mereka bisa menjadi target ancaman kripto, bahkan jika mereka tidak memiliki aset...
Ist

Melalui Creator Academy, Social Bread Siap Majukan Kreator Konten Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 29 Januari 2023, 11:17 WIB
Social Bread menggelar acara grand launching Creator Academy di Social Bread Creator Hub, The Breeze, BSD City, Sabtu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya