Kamis 07 Juli 2022, 11:27 WIB

Survei: Pengetahuan Masyarakat tentang Siaran TV Digital Meningkat

Muhamad Fauzi | Teknologi
Survei: Pengetahuan Masyarakat tentang Siaran TV Digital Meningkat

dok.tangkapan layar
Direktur PT Multi Utama Risetindo Murdan Alfa Satyawan dalam webinar Survey Kesiapan Masyarakat dalam Mendukung Era Baru Siaran TV Digital",

 

HASIL survei Multi Utama Risetindo dan Litbang Kompas menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai siaran TV digital menjelang penghentian siaran analog atau Analog Switch Off (ASO) oleh pemerintah semakin meningkat.

Direktur PT Multi Utama Risetindo Murdan Alfa Satyawan mengatakan, pihaknya telah melakukan tiga kali survei yakni pada Juni-Juli 2021, Oktober 2021, dan Maret 2022.

"Temuan pertama yang bisa kita sampaikan adalah terjadi peningkatan pengetahuan mengenai siaran TV digital yang sedang kita perkenalkan, yaitu siaran TV digital yang tidak berbayar," kata Murdan dalam webinar "Survey Kesiapan Masyarakat dalam Mendukung Era Baru Siaran TV Digital", kemarin.

Murdan memaparkan bahwa pada survei pertama, pengetahuan masyarakat masih rendah yakni 22,02 persen. Angka tersebut naik menjadi 46,1 persen pada Oktober 2021 dan menjadi 51,94 persen pada Maret 2022.

"Sehingga menurut hemat kami, terjadi peningkatan yang cukup konsisten dari sisi pengetahuan," imbuh Murdan.

Akan tetapi, Murdan mengatakan peningkatan pengetahuan tentang siaran TV digital tersebut tidak diikuti oleh peningkatan pengetahuan tentang kapan pemerintah akan menghentikan siaran TV analog.

Dari responden survei Juni-Juli 2021 yang mengaku tahu tentang siaran TV digital, hanya 13,66 persen yang mengetahui jadwal ASO. Sedangkan pada survei Oktober 2021 ada 27,55 persen dan survei Maret 2022 hanya 25,31 persen.

Meski demikian, tingkat ketertarikan masyarakat untuk beralih ke siaran TV digital tidak berbayar meningkat. Pada survei Juni-Juli 2021, masyarakat yang tertarik beralih ke TV digital sebanyak 62,74 persen, sedangkan pada Oktober 2021 sebanyak 63,51 persen, dan pada Maret 2022 sebanyak 72,26 persen.

Sementara itu, Peneliti Utama Litbang Kompas BE. Satrio mengatakan, pihaknya melakukan dua kali survei yakni pada tahun 2020 yang bekerja sama dengan Kementerian Kominfo dan tahun 2021 yang merupakan survei secara independen.

Dia memaparkan bahwa pada tahun 2020, 80 persen atau 79,8 persen masyarakat masih menggunakan TV dengan antena biasa. Kemudian, 76 persen mengatakan tidak tahu atau belum tahu bahwa siaran TV analog akan berubah menjadi siaran TV digital.

"Sehingga, PR untuk sosialisasi masih besar sekali karena 3 dari 4 responden belum mengetahui tentang migrasi ini," ujar Satrio.

Sedangkan pada survei tahun 2021, Satrio mengatakan pengetahuan masyarakat tentang siaran TV digital bervariasi berdasarkan daerahnya. Masyarakat di Sumatera, Jawa, Sulawesi, memiliki tingkat pengetahuan yang lebih tinggi dibandingkan daerah lain, dengan masing-masing skor 65,5 persen, 49,6 persen, dan 70,2 persen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, Murdan memberikan rekomendasi kepada lembaga penyiaran atau penyelenggara multipleksing untuk memperbanyak tayangan sosialisasi khususnya terkait berhentinya siaran analog pada waktu yang sudah ditentukan pemerintah, yakni 2 November 2022.

Lembaga penyiaran juga harus menayangkan beberapa tayangan favorit secara eksklusif di digital untuk mempercepat pindahnya pemirsa ke siaran digital. Selain itu, perlu juga untuk terus melakukan peningkatan terkait stabilitas sinyal atau jaringan dan kualitas siaran.

"Kemudian rekomendasi kami kepada produsen perangkat STB adalah aspek komunikasi publik. Bisa dimulai dengan poster atau standing banner di toko yang mengajak masyarakat untuk segera beralih dengan kelebihan-kelebihannya. Kedua juga adalah aspek ketersediaan," pungkas Murdan. (Ant/OL-13)

Baca Juga: KPID Kalteng Sosialisasikan ASO di Pinggir Jalan

Baca Juga

MI/Syarief Oebaidillah

Startup Ini Gabungkan Pendidikan dengan Kesehatan dalam Satu Aplikasi

👤Syarief Oebaidillah 🕔Jumat 30 September 2022, 22:09 WIB
"Sekolah sehat berarti harus ada suatu sistem yang mendukung tumbuh kembang anak didik, guru-guru, staff, baik akademik dan...
Freepik.com

Twitter Juga Bisa Jadi Medium Pemasaran Digital, Ini Tipsnya

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 19:38 WIB
Ketua Divisi Kemitraan SIberkreasi Oktora Irahadi menyebutkan, ada 4 hal yang harus diketahui untuk melakukan pemasaran melalui twitter....
Freepik.com

Jaga Loyalitas Pelanggan di Media Sosial, Begini Caranya

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 30 September 2022, 19:23 WIB
Ketua Umum Sobat Cyber Indonesia Virna Lim menambahkan, komunikasi dan pelayanan akan menjadi hal yang penting dalam mendukung membangun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya