Jumat 28 Januari 2022, 17:55 WIB

Terus Berinovasi, Oppo Luncurkan Zero-Power Communication White Paper

Mediaindonesia.com | Teknologi
 Terus Berinovasi, Oppo Luncurkan Zero-Power Communication White Paper

Dok.Oppo
Ilustrasi

 

BERBAGAI perangkat IoT (Internet of Things) di masa depan diyakini akan mampu menyerap dan memroduksi energi secara langsung dari teknologi Bluetooth, WiFi, dan sinyal ponsel. Perangkat yang memilik teknologi itu juga akan memiliki ukuran yang lebih kecil, daya tahan yang lebih lama, dan harga yang lebih terjangkau.

Nantinya, Electronic tags ini dapat disematkan pada perangkat sehingga pengguna dapat dengan mudah menemukan lokasi benda tersebut. Dengan electronic tags, pengguna juga tak perlu mengganti ataupun mengisi daya baterai. Sementara itu, teknologi ini juga dapat disematkan pada sejumlah spesies burung yang terancam punah untuk memudahkan pemantauan secara jarak jauh.

Dengan teknologi electronic tags ini, pemakaian baterai dapat berkurang secara signifikan. Teknologi futuristik inilah yang menjadi fokus pembahasan dalam 'Zero-Power Communication' White Paper yang baru saja dilucurkan Oppo.
 
Oppo Research Institute resmi meluncurkan white paper terbarunya berjudul Zero-Power Communication. White paper ini mengkaji teknologi Zero-Power Communication secara teknis terkait dengan permintaan yang belum terpenuhi di segmen IoT saat ini. White paper ini juga menguraikan peta jalan pengembangan teknologi Zero-Power dan proses integrasi dengan sistem komunikasi lainnya di masa depan.

Sebagian besar perangkat elektronik portabel saat ini menggunakan baterai sebagai sumber daya. Meski teknologi baterai telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, baterai yang ada saat ini masih membawa berbagai masalah seperti ukurannya yang besar, biaya produksi yang tinggi, masa pakai yang terbatas, penggunaan yang tidak ringkas, dan fakta bahwa baterai merupakan teknologi yang tidak ramah lingkungan. Dengan teknologi Zero-Power Communication, kita tak perlu lagi menggunakan baterai. Teknologi Zero-Power Communication dapat menyerap energi ambient radio-frequency yang berada di lingkungan sekitar kita untuk menghasilkan daya, menjadikan perangkat lebih ringkas, efisien, dan terjangkau. Teknologi seperti ini dapat jika diterapkan untuk berbisnis, contohnya pada sektor pergudangan, logistik, dan pertanian. Teknologi ini juga sangat bermanfaat apabila dapat diterapkan pada perangkat yang sering digunakan (seperti jam tangan pintar), rumah pintar, dan perangkat mutakhir lainnya yang ditujukan untuk konsumen.

“Dari pengembangan teknologi telekomunikasi seluler generasi pertama hingga generasi keempat, industri ini telah melewati empat lompatan besar dalam hal teknologi. Berawal dari teknologi analog menuju digital, menuju data, dan pada akhirnya menuju broadband. Masing-masing inovasi ini dirancang untuk menghadirkan transmisi data yang lebih cepat. Namun, selama dekade berikutnya, dengan melihat perkembangan teknologi 5G ke depannya, kami meyakini bahwa kecepatan transmisi data tak lagi menjadi pendorong utama dalam inovasi teknologi telekomunikasi. Kami justru meyakini bahwa teknologi harus dikembangkan untuk menjadi lebih mudah digunakan dan lebih ramah lingkugan bagi masyarakat umum. Teknologi Zero-Power Communications menghadirkan cara baru bagi produsen perangkat elektronik untuk tak lagi menggunakan baterai, mengurangi biaya produksi, dan mengurangi dampak terhadap lingkungan. Dengan demikian, Zero-Power Communications adalah salah satu fokus utama kami seiring dengan perkembangan teknologi B5G/6G," kata  Kepala Ilmuwan 5G Oppo, Henry Tang.

Teknologi komunikasi pasif memang sudah tersedia saat ini dalam bentuk teknologi RFID (radio frequency identification). Namun, teknologi ini masih memiliki keterbatasan karena hanya memiliki jarak komunikasi yang pendek, tidak efisien, dan kapasitas sistem yang kecil. Dengan keterbatasan ini, teknologi RFID akan sulit diterapkan untuk penggunaan yang lebih spesifik atau kompleks, seperti dalam jaringan sensor industri, logistik dan pergudangan berbiaya rendah dan berkapasitas tinggi, rumah pintar berbiaya dan berdaya rendah, dan teknologi wearable mini.

Berbeda dengan metode tradisional, perangkat Zero-Power dapat menyerap ambient radio signal yang dipancarkan dari berbagai sumber, seperti menara TV, menara radio FM, stasiun induk seluler, dan access points (AP) WiFi sebagai sumber dayanya. Setelah menyerap energi dari gelombang radio, perangkat dapat menggabungkan ambient radio signal dengan informasi perangkat itu sendiri dan mengirimkannya ke luar perangkat. Proses ini disebut sebagai backscattering communication. Saat merancang jaringan Zero-Power Communication, hal yang perlu untuk dipertimbangkan adalah bagaimana sistem komunikasi Zero-Power dapat terintegrasi dengan sistem 4G/5G yang sudah ada, selain memanfaatkan jaringan berlisensi maupun yang tidak berlisensi.

Sistem Zero-Power Communication dapat dibangun dalam kerangka kerja yang memanfaatkan komunikasi seluler, komunikasi sidelink, atau keduanya secara hybrid. Sistem Zero-Power Communication berbasis seluler merupakan yang paling tepat untuk mendukung penerapan jaringan sensor industri, misalnya pada saat perangkat harus digunakan dalam lingkungan ekstrem, saat terdapat banyak jumlah perangkat dalam sebuah jaringan besar, atau saat biaya operasional dan pemeliharaan penggunaan perangkat tradisional akan sangat tinggi. Di sisi lain, pendekatan berbasis sidelink lebih cocok untuk komunikasi jarak pendek berbiaya rendah, seperti untuk perangkat wearable atau perangkat rumah pintar, di mana perangkat tersebut juga dapat digunakan untuk memproses data yang diterima. Pendekatan hybrid menggunakan metode komunikasi seluler dan sidelink selanjutnya akan memungkinkan pengembang untuk mengeksplorasi lebih banyak aplikasi menggunakan sistem Zero-Power Communications.
 
Oppo berhasil membangun sistem Zero-Power Communication secara mandiri dan menunjukkan kelayakan konsep tersebut sebagai pendekatan yang dapat diterapkan dalam jaringan komunikasi masa depan. Selain inovasi ini, Oppo juga memajukan standar Zero-Power Communication, termasuk mengusulkan proyek penelitian Zero-Power Communication kepada 3GPP dan mempresentasikan temuannya dalam konferensi industri FuTURE dan ICCC. Dalam workshop IMT-2030 6G Vision pada  September tahun lalu, Oppo memprakarsai  Forum Komunikasi Zero-Power untuk membahas penerapan, persyaratan teknis, dan teknologi utama dalam Zero-Power Communication. Seiring dengan industri yang bergerak menuju teknologi 6G, OPPO meyakini bahwa Zero-Power Communication akan bekerja secara berdampingan dengan teknologi lainnya seperti Reconfigurable Intelligent Surfaces, Symbiotic Radio, Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA), dan AI untuk merealisasikan potensi penuh teknologi 6G.

Sebelum peluncuran Zero-Power Communication White Paper, Oppo telah menerbitkan 6G AI-Cube Intelligent Networking White Paper dalam rangka mengembangkan teknologi komunikasi mutakhirnya. Sejalan dengan misi 'Teknologi untuk umat manusia, kebaikan untuk dunia,' OPPO berencana untuk meluncurkan teknologi Zero-Power Communication dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun ke depan serta membangun sistem komunikasi yang lebih cerdas, nyaman, dan ramah lingkungan. (RO/A-1)

Baca Juga

DOK Pribadi.

Perkuat Kualitas Talenta Digital, Binus University Gandeng HashMicro

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 14:00 WIB
HashMicro juga tak lupa memberikan pelatihan digital kepada para dosen sebagai upaya peningkatan kualitas belajar mengajar dengan praktisi...
Ist

Gerakan 1 Juta Kendaraan Dukung Digitalisasi Sektor Logistik

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 12:34 WIB
Perusahaan venture capital, East Ventures telah memberikan investasi dan berbagai dukungan di sektor logistik, salah satunya kepada...
ANTARA/Zubi Mahrofi.

Good Doctor Technology Indonesia Raih Sertifikat PSEF dari Kemenkes

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 18 Mei 2022, 11:23 WIB
Perolahen sertifikat Penyelenggara Sistem Elektronik Farmasi (PSEF) menandai komitmen untuk mematuhi standar peraturan lokal yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya