Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
FACEBOOK, Senin (4/10), tengah menghadapi krisis di dua sisi setelah layanan mereka di tiga platform, Facebook, Instagram, dan Whatsapp, terganggu serta menghadapi laporan dari mantan karyawan yang mencoreng kredibilitas mereka.
Banyak ketakutan dan kritik terhadap layanan itu terbukti ketika mantan peneliti Facebook Frances Haugen menyerahkan sejumlah data ke pihak berwenang dan The Wall Street Journal.
Namun, saat Senator AS berencana mendengar kesaksian terkait dokumen itu, Selasa (5/10), Facebook menghadapi masalah padamnya layanan mereka selama beberapa jam yang dialami juga oleh Instagram dan Whatsapp.
Baca juga: Facebook, Instagram, dan Whatsapp Down di Seluruh Dunia
Laman daring Downdetector melaporkan mereka mendapat 10,6 juta laporan adanya masalah mulai dari Amerika Serikat (AS), Eropa, hingga Kolombia dan Singapura bahwa ada masalah pada layanan Facebook mulai pukul 15.45 GMT atau 22.45 WIB.
Setelah berlangsung selama 7 jam, layanan Facebook berangsur normal
"Hampir bisa dipastikan layanan Facebook, Whatsapp, dan Instagram akan butuh waktu untuk kembali normal. Namun, mulai pukul 22.28 UTC (05.28 WIB), Facebook tampaknya mulai terhubung kembali ke jaringan global dan DNS-nya bekerja kembali," ujar perusahaan keamanan daring Cloudflare.
Facebook belum mengungkapkan penyebab gangguan yang mereka alami namun pakar keamanan daring mengungkapkan mereka menemukan tanda adanya jalur daring yang mengantarkan orang ke jejaring sosial itu terganggu.
"Facebook dan layanan lain miliknya hilang dari internet setelah adanya serangkaian pembaruan BGP," cicit Kepala Teknologi Cloudflare John Graham-Cumming.
Pengguna yang berusaha mengakses Facebook saat terjadi gangguan mendapatkan pesan, "Something went wrong. We're working on it and we'll get it fixed as soon as we can." (AFP/OL-1)
Juri California menyatakan Meta dan YouTube bersalah atas kecanduan media sosial pada seorang perempuan muda.
Juri Los Angeles memenangkan gugatan wanita muda atas kecanduan media sosial. Meta dan Google dianggap sengaja membangun platform yang merusak mental anak.
Instagram resmi hapus enkripsi end-to-end (E2EE) mulai 8 Mei 2026. Simak alasan Meta, dampak privasi, dan cara amankan data chat Anda sebelum dihapus.
Berdasarkan data dari situs pemantau gangguan Downdetector, laporan mulai meroket sejak pukul 07.40 WIB. Skala gangguan ini cukup luas, mencakup pengguna di Amerika Serikat, Eropa
Melalui platform seperti YouTube dan Instagram, Endar Yuliwanto tidak hanya membagikan rutinitas harian seorang pegawai, tetapi juga membedah perspektif mendalam mengenai kewirausahaan.
Menkomdigi tetapkan 8 platform (TikTok, Instagram, Roblox, dll) dilarang bagi anak di bawah 16 tahun per 2026. Simak alasan darurat digital selengkapnya.
Para pelaku kejahatan siber kini bergerak dalam sindikat terorganisir yang sangat sistematis. Mereka tidak hanya mengincar data pribadi, tetapi juga akses langsung ke saldo
Whatsapp tengah menguji fitur obrolan tamu yang memungkinan pengguna berkomunikasi dengan orang yang belum memiliki akun.
Kenali modus peretasan WhatsApp terbaru 2026 yang makin halus. Simak cara melindungi akun dengan fitur Strict Account Settings dan 2FA di sini.
Kehadiran Tab Meta AI di WhatsApp Android menunjukkan ambisi besar Meta untuk menjadikan kecerdasan buatan sebagai bagian tak terpisahkan dari komunikasi digital.
WhatsApp tengah menguji fitur Meta AI Tab pada versi beta Android yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai alat AI langsung dari aplikasi.
WhatsApp resmi meluncurkan fitur akun yang dikelola orang tua untuk anak usia 10-12 tahun. Simak cara setting, fitur kontrol, dan sistem keamanannya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved