Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIDAK dimungkiri bahwa negara-negara Asia dan Pasifik terus mengalami pertumbuhan. Itu sebabnya berbagai perusahaan raksasa dunia suka atau tidak harus mulai berpaling ke wilayah tersebut.
Hal itu yang dilakukan perusahaan provider solusi open source, Red Hat, Inc. Untuk itu mereka berencana menggelar Red Hat Asia Pacific Partner Conference 2020. Acara yang diselenggarakan secara virtual itu diprediksi akan dihadiri oleh lebih dari 2.200 mitra, distributor, sistem integrator, independent software vendors (ISV), original equipment manufacturers (OEM), dan penyedia solusi.
Baca juga: Teknologi Cloud Jadi Penyangga Utama Industri 4.0
Diungkapkan senior director, partners and alliances, Red Hat Asia Pacific, Andrew Habgood, dengan perkembangan Asia-Pasifik saat ini mereka harus mulai merancang masa depan bersama. “Kami ingin terus merayakan kolaborasi yang kami bagi dengan mitra kami di kawasan Asia Pasifik. Red Hat Asia Pacific Partner Conference 2020 ini adalah kesempatan untuk menentukan the open future yang kami canangkan bersama dengan para mitra di berbagai vertical," ujarnya.
"Dengan banyaknya bisnis di kawasan ini yang mengadopsi open source dan perannya dalam mengubah industri, maka akan sangat inspiratif bila kita dapat melihat bagaimana mereka memulai perjalanan cloud mereka dengan solusi Red Hat untuk membangun solusi enterprise kelas dunia,” lanjut Andrew Habgood.
Konferensi virtual itu, kata dia akan dimulai dengan presentasi keynote oleh Dirk-Peter van Leeuwen, senior vice president and general manager untuk Red Hat Asia Pacific, diikuti sejumlah sesi bersama Frank Feldmann, vice president, APAC Office of Technology, Red Hat, dan dia sendiri.
Pembicara penting lainnya termasuk Sandra Ng, group vice president, IDC's Asia Pacific practice group, dan Arunava Chakrabarty, director, Channel Scale and Partners for the Asia Pacific Japan territory di Intel, yang akan menyajikan berbagai insight mengenai lanskap kemitraan di kawasan ini dan peluang-peluang pasar di masa depan. Event ini juga akan menampilkan berbagai cerita tentang solusi para mitra dan berbagai studi kasus oleh Viju Chakarapany, senior director and regional head, solution architecture and enablement, Red Hat Asia Pacific.
"Tema tahun ini adalah The Future is OPEN dan akan menampilkan sejumlah keynote, diskusi panel dan breakout sessions seputar teknologi open source yang dapat mengakselerasi pemulihan pasar selama pandemi covid-19, dengan berfokus pada modernisasi aplikasi dan integrasi, otomatisasi TI, container, hybrid cloud dan inovasi open source," cetusnya.
Konferensi juga menyediakan sebuah platform bagi para mitra untuk berbagi ide, bersosialisasi dalam diskusi-diskusi yang bermakna, serta berjejaring langsung dengan para pemimpin di Red Hat dan yang lainnya di dalam ekosistem mitra. Selain itu sejumlah presentasi dari para eksekutif Red Hat dan Sify Technologies serta Intel selaku mitra yang memenangi penghargaan, Red Hat Asia Pacific Partner Conference 2020 juga bertindak sebagai hub untuk lahirnya ide-ide baru, berbagai peluang kolaborasi dan jaringan bagi para mitra yang ingin memperjelas tentang dunia bisnis di masa depan. (A-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved