Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SISTEM keamanan Google telah mendeteksi berbagai jenis scam baru, seperti e-mail phising untuk mengecoh pengguna supaya mengeklik utas/link) dalam e-mail, yang mengaku dari lembaga amal dan LSM yang sedang berjuang melawan covid-19.
E-mail tersebut seolah dikirim dari administrator untuk para pegawai yang bekerja dari rumah. Adapun bentuk phising
lain ialah pemberitahuan palsu dari penyedia layanan kesehatan.
Sistem Google juga menemukan banyak situs malware. Mereka berpura- pura menjadi halaman login akun media sosial populer, lembaga kesehatan, dan menyerupai laman resmi peta penyebaran virus korona dari Johns Hopkins University.
“Selama beberapa minggu terakhir, kami menemukan sekitar 18 juta malware dan upaya phising terkait covid-19, serta lebih dari 240 juta pesan spam terkait korona, di seluruh dunia, setiap harinya,” ujar Mark Risher, Senior Director for Account Security Google, melalui konferesi Google Meets, Kamis (23/4).
Google sendiri telah membangun beberapa sistem proteksi keamanan pada aplikasi produk mereka, yang otomatis mengidentifikasi dan menghentikan ancaman jauh lebih dini. Ia mengklaim bahwa model machine learning Google telah mendeteksi dan memblokir lebih dari 99,9% spam, phising, dan malware. Lapisan pengaman lainnya akan memperingatkan Anda jika hendak masuk situs yang mencurigakan, memindai semua aplikasi di Google Play Store sebelum diunduh, dan lain-lain.
Di sisi lain, agar mampu menghindari scam yang masuk melalui akun e-mail, pengguna harus ‘melek’ dan peka untuk mendeteksi scam yang akhir-akhir ini membawa isu pembahasan covid-19. Kebanyakan scam covid-19 muncul dalam bentuk e-mail phishing Maka dari itu, jangan terburu-buru merespons. Periksa lagi setiap e-mail covid-19 yang Anda terima sebelum mengeklik link apa pun atau melakukan tindakan lain.
“Waspadai jika isi e-mail meminta informasi pribadi seperti alamat rumah atau informasi bank Anda,” Mark mengingatkan. Tautan yang palsu biasanya meniru alamat situs yang sering diakses banyak orang, tetapi ada tambahan kata-kata atau huruf di dalamnya.
“Untuk memastikan keasliannya, periksa apakah URL-nya valid. Cara nya dengan mengarahkan kursor mouse di atas link tersebut untuk perangkat komputer/desktop, atau dengan menekan lama link tersebut untuk perangkat seluler,” jelas Mark. (M-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved