Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGGUNAKAN alat pemindai PER scan, psikolog di University of Manchester, Inggris, mengidentifikasi hubungan antara keinginan bunuh diri dan neuroinflamasi pada pasien-pasien yang mengalami gangguan depresi atau major depressive disorder (MDD).
Mereka berhasil mendeteksi peningkatan aktivitas microglial (indikasi peradangan otak) pada seseorang yang ingin bunuh diri yang diyakini dapat meningkatkan pikiran dan perilaku seseorang untuk melakukan bunuh diri.
Penelitan ini didukung dengan bukti yang menunjukkan adanya inflamasi atau lebih tepatnya aktivasi microgilial dalam otak pasien yang mengalami gangguan depresi. Pada penemuan sebelumnya peneliti berhasil menjelaskan bagian otak dari pasien bunuh diri yang telah meninggal, tetapi pada penelitian kali ini para peneliti menggunakan pasien yang masih hidup.
Peneliti Sophie Holmes dan timnya menemukan pasien yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri menunjukkan kadar protein translator (TSPO) dan aktivitas microglial yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang tidak berniat bunuh diri. Selain itu, inflamasi otak yang paling parah terjadi di korteks cingulate anterior yang bertugas untuk mengatur mood, emosi, ingatan, dan rencana masa depan. (iflscience/*/L-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved