Rabu 28 April 2021, 04:55 WIB

Berniaga sebagai Salah Satu Bentuk Jihad

Quraish Shihab | TAFSIR AL-MISHBAH
Berniaga sebagai Salah Satu Bentuk Jihad

MI.Seno
Quraish Shihab

 

SURAH As Shaff yang terdiri atas 14 ayat merupakan surah ke-61 dalam Alquran dan tergolong surah Madaniyah. Dinamakan Ash Shaff karena pada ayat 4 surah ini terdapat kata shaffan yang berarti satu barisan.

Ayat-ayat ini menerangkan apa yang diridai Allah sesudah menerangkan apa yang dimurkai-Nya. Tafsir Al Mishbah kali ini akan mengulas ayat 10-14.

Pada ayat 10, Allah menyampaikan berniaga menjadi satu bentuk perjuangan seorang hamba di jalan Allah, sekaligus cara menuju rida-Nya. "Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kamu Aku tunjukkan suatu perdagangan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?"

Jawaban atas pertanyaan ini lalu diberikan Allah pada ayat ke-11. "Yaitu kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui."

Hubungan manusia dan Tuhan sama dengan jual beli yang sehat. Syaratnya harus saling percaya karena tidak bisa dilakukan bisnis apabila tidak ada saling percaya. Pun demikian dengan Allah, kamu harus percaya kepada Allah dan sebaliknya Allah percaya kepada kita. Oleh karena itu, Allah tidak bertransaksi dengan orang gila, dengan anak kecil, karena mereka dinilai tidak mampu.

Selanjutnya, pada ayat 11, Allah menegaskan mengarahkan semua kemampuan untuk mencapai apa yang diridai Allah ialah bagian dari berjuang. Berjihad ialah segala macam upaya dan usaha yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah.

Berjihad dengan jiwa dan raga ialah berjuang dengan pikiran, waktu, ilmu dan tenaga seperti berperang melawan musuh-musuh agama yang menginginkan kehancuran Islam dan kaum muslimin.

Berjihad dengan harta ialah membelanjakan harta benda untuk menegakkan kalimat Allah, bersedekah untuk biaya berperang, membangun masjid, rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, dan kepentingan umum lainnya.

Dengan demikian, semua itu menjadi bahan jual beli, berbisnis dengan Allah atau modal perjuangan kita untuk menuju Rida-Nya. Karena itu, cari apa yang paling disenangi sesuai dengan waktu dan tempat.

Ayat ini memberikan pengertian bahwa amal saleh dengan pahala yang besar sama hebatnya dengan perniagaan yang tak pernah merugi karena ia akan masuk surga dan selamat dari api neraka.

Jika kita berhasil melakukannya, Allah akan mengampuni dosa-dosa dan memasukkan kita ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan ke tempat-tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. "Itulah kemenangan yang agung," sebut Allah dalam ayat 12.

Ada beberapa kesimpulan yang bisa dipetik, di antaranya paling tidak mari kita berbisnis dengan Allah, mari kita percaya, dan mari kita laksanakan kewajiban-kewajiban kita baik kewajiban agama maupun kewajiban pribadi dan kewajiban sosial.

Mari tingkatkan budi pekerti (akhlak) karena itu menjadi materi atau barang yang paling wajar kita jual belikan dengan Allah, setelah kewajiban. (Fer/H-2)

Baca Juga

MI/Seno

Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

👤Quraish Shihab 🕔Kamis 31 Maret 2022, 18:30 WIB
TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir mulai ayat 23. Dalam surah ini dikisahkan upaya Nabi Musa AS melawan penguasa...
MI.Seno

Arti Jihad Sesungguhnya

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 12 Mei 2021, 05:15 WIB
TAFSIR Al-Mishbah pada episode kali ini masih melanjutkan pembahasan surah At-Tahrim ayat 9 sampai...
MI/Seno

Larangan Mengharamkan yang Halal

👤Quraish Shihab 🕔Selasa 11 Mei 2021, 02:00 WIB
SURAH At-Tahrim dinamai demikian karena karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 18 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN