Minggu 20 Mei 2018, 08:40 WIB

Bersahabat Nikmat Surga dari Allah SWT

Bersahabat Nikmat Surga dari Allah SWT
 

TAFSIR Al Misbah kali ini masih membahas kelanjutan dari Surah Al Saffah ayat 50. Dalam ayat itu Allah SWT berbicara tentang orang-orang yang menyekutukan-Nya dan durhaka serta balasan yang akan mereka terima di hari pembalasan nanti.

Alquran selalu menyampaikan dua hal yang bertolak belakang agar manusia bisa memilih dampak dari semua amalan yang sudah diperbuat; surga atau neraka. Ayat 50 Alquran berbicara tentang peristiwa yang terjadi antara penghuni surga. Penghuni surga saling bersahabat, bercengkrama, dan bersilaturahim.

Salah seorang dari dua sahabat di surga, saat di dunia memiliki teman. Temannya itu berkata 'apakah ada hari kemudian, apakah kamu percaya bahwa kita mati dan bercampur dengan tanah, badan tinggal tulang belulang, dan kita masih mau dibangkitkan lagi untuk diminta perhitungan?'

Maka mereka (penghuni surga) mencari temannya di tengah api neraka yang berkobar-kobar. Ketika penghuni surga menemukan temannya di neraka, ia berkata 'Demi Allah kamu hampir saja menjerumuskanku kalau saya ragu dengan ucapanmu. Untung saya tegar'. Ada kesan bahwa sebenarnya bisa saja seorang muslim yang masuk surga memiliki teman nonmuslim. Tidak ada salahnya Anda berteman dengan dia (nonmuslim). Yang salah ialah jika Anda terpengaruh oleh keburukannya.

Kita punya teman berbisnis nonmuslin. Silakan dia dengan kepercayaannya, saya dengan kepercayaan saya. Nabi pun saat hijrah ke Madinah ditemani oleh teman nonmuslim, tapi dia tidak memengaruhi Nabi. Nabi pun tidak memengaruhi dia untuk memeluk Islam. Tujuan mereka sama-sama untuk saling bantu-membantu. Memang jika teman itu memengaruhi Anda dan kepribadian teman begitu kuat, Anda harus hati-hati. Maka di sini (Alquran) ada yang namanya Qori yang artinya menyertai.

Teman itu bermacam-macam. Ada teman yang sedemikian akrab. Yang paling tinggi Khalil. Nabi Ibrahim itu dinamakan Khalilallah, yaitu temannya Allah, cinta Allah itu masuk ke relung hatinya. Ini yang kita ingin garis bawahi. Seseorang yang berteman dengan orang lain berbeda agama, tidak pernah melarang, silakan, tetapi berteman jangan sampai memengaruhi iman Anda. Kita harus jaga. Sebagai manusia kita ialah saudara, dia (orang yang berbeda agama) bisa menjadi teman, tetapi jangan jadikan dia teman akrab yang memengaruhi kita.

'Demi Allah engkau hampir mencelakakan saya. Seandainya saya ikuti, saya bisa ikut celaka denganmu. Seandainya tidak ada nikmat dari Tuhanku, aku akan ikut sengsara denganmu'. Dalam ayat itu ada kesan orang ini mengakui dia bisa masuk surga dan terhindar dari kawannya yang masuk neraka, semata-mata karena nikmat Allah SWT, bukan karena amal perbuatan.

Nikmat yang diperolah dari Allah SWT di antaranya surga, persahabatan, bercengkrama. Itulah kenikmatan yang sangat agung. Dalam bahasa Alquran, kemenangan yang sesungguhnya itu diampuni dosa, masuk surga. Itulah kemenangan.

Dalam Ayat 61 Allah SWT mengatakan 'Hai penghuni dunia untuk memperolah yang semacam ini hendaklah orang yang melakukan kegiatan memperolah surga. Beramal untuk meperolah surga dan ampunan Ilahi itu bukan berarti sekadar ibadah ritual.

Pertama yang wajib dilaksanakan, salat lima waktu cukup. Puasa, haji, ada kewajiban. Sisanya, belajar apa saja. Banyak cara menuju ke surga. Bersahabat dengan orang. Yang penting laksanakan kewajiban.

Baca Juga

MI/Seno

Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

👤Quraish Shihab 🕔Kamis 31 Maret 2022, 18:30 WIB
TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir mulai ayat 23. Dalam surah ini dikisahkan upaya Nabi Musa AS melawan penguasa...
MI.Seno

Arti Jihad Sesungguhnya

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 12 Mei 2021, 05:15 WIB
TAFSIR Al-Mishbah pada episode kali ini masih melanjutkan pembahasan surah At-Tahrim ayat 9 sampai...
MI/Seno

Larangan Mengharamkan yang Halal

👤Quraish Shihab 🕔Selasa 11 Mei 2021, 02:00 WIB
SURAH At-Tahrim dinamai demikian karena karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 18 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN