Minggu 04 Juni 2017, 08:43 WIB

Hidup Sederhana

Arv/H-3 | TAFSIR AL-MISHBAH
Hidup Sederhana

Grafis/Duta

 

PADA hari ke-9 puasa Ramadan ini, Tafsir Al-Mishbah membahas Alquran Surah ke-33, yakni Al-Ahzab, ayat 28-35.

Di dalam surah ini terkandung banyak petunjuk dari Allah SWT terkait dengan hubungan dan komunikasi, utamanya dalam kehidupan suami dan istri. Allah berfirman, “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, ‘Jika kamu mengingini kehidupan di dunia dan perhiasannya, maka kemarilah agar kuberikan kepadamu mutah dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu menginginkan (keridaan) Allah dan Rasul-Nya dan (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan pahala yang besar bagi siapa yang berbuat baik di antara kamu’.”

Firman tersebut secara implisit mengajak para istri Nabi agar mau mengikuti suaminya (Nabi Muhammad) untuk hidup sederhana dan lebih meningkatkan kecintaan mereka terhadap Allah dan Rasul. Dengan begitu, akan dilipatgandakan pahala yang besar bagi mereka.

Pesan lainnya dalam surah itu ialah suami dan istri merupakan satu kesatuan. Ibarat rel kereta api, harus berjalan beriringan, tidak bisa yang satu ke kiri dan satu ke kanan.

Maka dari itu, istri membawa nama suaminya. Semakin tinggi derajat atau kedudukan suaminya, semakin tinggi pula tanggung jawab sang istri untuk menjaga nama baik suami dan keluarganya.

Selanjutnya, dalam ayat 32 dikatakan, “Wahai istri-istri Nabi! Kamu tidak seperti perempuan-perempuan yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melemah lembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit nafsu orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.”

Jadi, dengan kata lain, ayat tersebut menyebutkan ukuran kemuliaan seseorang ialah takwa. Walaupun menyandang nama sebagai istri Nabi, atau istri orang terhormat, tetapi apabila tidak bertakwa, itu tidak ada artinya. Disebutkan pula, hendaknya pasangan suami istri menjaga perasaan masing-masing, dengan tidak melakukan aktivitas yang menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan yang menimbulkan nafsu orang lain yang bukan pasangannya.

Ayat selanjutnya dalam surah ini membahas persamaan antara laki-laki dan perempuan dalam hal amal saleh dan balasan masing-masing. (Arv/H-3)

Baca Juga

MI/Seno

Kisah Nabi Musa Melawan Firaun

👤Quraish Shihab 🕔Kamis 31 Maret 2022, 18:30 WIB
TAFSIR Al Mishbah kali ini membahas Alquran Surah Al Ghafir mulai ayat 23. Dalam surah ini dikisahkan upaya Nabi Musa AS melawan penguasa...
MI.Seno

Arti Jihad Sesungguhnya

👤Quraish Shihab 🕔Rabu 12 Mei 2021, 05:15 WIB
TAFSIR Al-Mishbah pada episode kali ini masih melanjutkan pembahasan surah At-Tahrim ayat 9 sampai...
MI/Seno

Larangan Mengharamkan yang Halal

👤Quraish Shihab 🕔Selasa 11 Mei 2021, 02:00 WIB
SURAH At-Tahrim dinamai demikian karena karena pada awal surat ini terdapat kata tuharrim yang kata asalnya...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Minggu, 22 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN