Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Laga Berlabel Risiko Tinggi

Asni Harismi
21/11/2015 00:00
Laga Berlabel Risiko Tinggi
(AFP PHOTO/ DANI POZO)
SETELAH teror yang melanda Paris, Prancis, Jumat (13/11) malam, dunia sepak bola akan kembali berputar. Salah satu yang paling ditunggu ialah el Clasico ketika Real Madrid menjamu Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu (22/11). Setelah menjadi topik bahasan di rapat luar biasa, pemerintah Spanyol menegaskan el Clasico episode 171 di La Liga itu akan terus berlangsung. Kepastian tersebut menepis rumor pembatalan setelah La Furia Roja gagal melakukan uji coba dengan Belgia karena alasan keamanan, beberapa hari sebelumnya.

Pihak kepolisian bakal melipatgandakan personel yang berjaga di sekitar stadion. Penonton yang akan datang ke Bernabeu diminta beraktivitas seperti biasa dan menikmati pertandingan akbar tersebut meski berlabel 'risiko tinggi'. "Setidaknya akan ada 1.000 personel dari kepolisian nasional ditambah 1.400 lainnya yang terdiri atas keamanan pribadi, polisi lokal, staf medis, dan pemadam kebakaran. Kami akan memastikan tingkat pengamanan diintensifkan," kata Sekretaris Negara Bidang Keamanan Fernando Martinez.

Tanpa ada embel-embel terorisme, pertemuan kedua tim dipastikan berlangsung menegangkan. Tuan rumah baru saja menderita kekalahan perdana musim ini di jornada 11 lalu dari Sevilla 1-2 sehingga ketinggalan tiga angka dari Barcelona di klasemen sementara. Seluruh elemen di Madrid sadar hanya kemenangan yang bisa mengembalikan mereka ke perebutan juara. Kekalahan akan melebarkan jarak di klasemen dan Madrid bakal makin sulit menyamai langkah Barcelona di trek juara meski musim masih dini.

Barcelona hanya kehilangan 20 poin dari 114 poin yang mungkin mereka peroleh musim lalu. Artinya Madrid tidak bisa mengandalkan tim lain untuk memperlambat laju poin sang juara bertahan. Semua bergantung pada diri mereka sendiri. Dalam pertemuan terakhir di Bernabeu, musim lalu, Madrid mampu mengusir tamunya dengan skor telak 3-1. Neymar sempat mengejutkan publik tuan rumah dulu saat laga baru berjalan 4 menit sebelum Cristiano Ronaldo, Pepe, dan Karim Benzema bergantian membalas.

Itu seperti pembalasan dendam atas kekalahan di Bernabeu satu musim sebelumnya. Ketika itu, Los Blancos kalah dramatis 3-4 dengan menyaksikan Lionel Messi mencetak hattrick ke gawang Iker Casillas, dua di antaranya dibukukan lewat titik putih.

Faktor Messi
Setelah kondisi kebugarannya menjadi pertanyaan dalam dua bulan terakhir, Messi kembali terlihat berlatih bersama tim, Kamis (19/11) lalu. Namanya pun berada dalam daftar pemain yang ikut terbang ke Madrid. Tidak ada pecinta sepak bola yang tidak menginginkan sang maestro kembali menunjukkan magisnya di lapangan hijau. Pemain berjuluk 'si kutu' tersebut juga merupakan top scorer di partai klasik itu dengan 21 gol.

Meskipun demikian, banyak juga yang meragukan Messi sudah akan kembali ke permainan terbaiknya setelah absen karena cedera lutut selama 54 hari. Striker Luis Suarez pun tidak bisa menjamin apakah pelatih Luis Enrique akan menurunkannya penuh sebagai cadangan atau tidak ingin mengambil risiko dengan kembali mengistirahatkannya.

"Kami belum tahu jika Leo akan bermain sejak awal atau dari bangku cadangan. Semua bergantung pada perkembangan kondisinya. Kehadirannya bisa mengubah jalannya pertandingan, tapi dia telah absen selama dua bulan," kata Suarez. Seusai menyaksikan timnya menggilas Villarreal 3-0, Enrique pernah menegaskan dirinya tak ingin berjudi terhadap Messi. Ia tidak ingin memaksa kondisi pemain pilarnya itu jika memang belum fit 100% karena musim masih panjang.

"Kami jelas jauh lebih kuat jika ada Messi, tapi yang terpenting bagi kami ialah dia sembuh total," tandasnya. Dengan belum sempurnanya kondisi Messi, Cristiano Ronaldo seharusnya dengan mudah menjadi bintang malam nanti. Sayangnya kenyataan tidak akan semudah itu, apalagi sang megabintang belum juga menemukan konsistensinya. Dari 11 pertandingan yang sudah dimainkan, Ronaldo memang sudah membukukan delapan gol.

Namun, lima di antaranya datang di satu laga kontra Espanyol, sedangkan ia tak mampu mencetak gol dalam tujuh pertandingan lainnya. Suasana hati Ronaldo pun tengah tak bagus. Kepada Presiden Klub Florentino Perez, CR7 digosipkan mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap gaya kepelatihan Rafael Benitez karena dianggap terlalu mementingkan pertahanan dan cenderung pragmatis di depan. CR7 bukan satu-satunya pemain yang dikabarkan tak suka dengan sang pelatih. Sergio Ramos pun tampaknya berada satu kubu dengan peraih tiga Ballon D'Or tersebut meski keduanya tetap menjadi pilihan utama Benitez di setiap laga.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya