Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Stoke City Tambah Derita Mourinho

Satria Sakti Utama
09/11/2015 00:00
Stoke City Tambah Derita Mourinho
(AP/RUI VIEIRA)
AMBISI Chelsea untuk bangkit di liga domestik setelah menuai hasil positif di Liga Champions urung terwujud.

Alih-alih memetik poin penuh, 'si Biru' justru semakin terbenam takluk 0-1 dari Stoke City, kemarin.

Itulah kekalahan ketujuh Chelsea musim ini.

Akibat kekalahan tersebut, tim besutan Jose Mourinho itu kini terbenam di posisi ke-16 klasemen sementara Liga Primer Inggris dengan nilai 11 dari 12 laga.

Ironisnya lagi, satu-satunya gol kemenangan Stoke City dalam duel di Stadion Britania tersebut dibuat oleh mantan anak asuh Mourinho semasa di Inter Milan, Marko Arnautovic, pada menit ke-53.

Masa depan pelatih asal Portugal itu di Stamford Bridge pun kembali menjadi bahan spekulasi.

Rumor pemecatan mantan juru taktik FC Porto dan Real Madrid itu kian santer terdengar.

Apalagi ini kali pertama Chelsea menuai hasil negatif dalam tiga laga beruntun di Liga Primer sejak era kepemilikan Roman Abramovich pada 16 tahun lalu.

Meskipun demikian, kiper Asmir Begovic berkeras bahwa seluruh pemain terus mendukung Mourinho.

Hal itu juga sejalan dengan harapan fan Chelsea yang ramai-ramai memberikan dukungan kepada Mourinho meski pelatih 52 tahun itu tidak dapat mendampingi tim.

Mourinho dihukum satu pertandingan dilarang datang ke stadion setelah melakukan protes berlebih-an saat Chelsea melawan West Ham pekan lalu.

"Kami tetap berada di belakang manajer kami. Anda dapat melihat itu dari penampilan kami. Kami pikir dia adalah orang yang tepat dan seseorang yang ingin bekerja keras," ungkap Begovic setelah pertandingan.

Sementara itu, pelatih Stoke City Mark Hughes memberikan apresiasi kepada pemain Chelsea khususnya Loic Remy yang tidak melakukan segala cara untuk menang.

Ia menilai itu tindakan yang baik karena Remy tidak berusaha mencari penalti meskipun pemain Prancis itu punya kesempatan tersebut.

"Apresiasi khusus saya berikan kepada Remy di akhir pertandingan karena dia tidak mencari penalti. Sering kali banyak pemain yang sengaja melakukan kontak fisik untuk melakukan itu, tapi dia tidak," ujarnya.

"Soal ketidakhadiran Mou, sulit mengatakan untuk mengatakan apakah itu membuat perbedaan. Saya tidak pernah merasakan itu sebelumnya."

Tidak terbendung
Pada bagian lain, arsitek Manchester United Louis van Gaal menyebut timnya tak terbendung seusai mengalahkan West Bromwich Albion 2-0 pada Sabtu (7/11) malam lalu.

Meski sempat mengalami kesulitan mencetak gol lantaran pertahanan berlapis yang dipertontonan skuat asuhan Tony Pullis, 'Setan Merah' pada akhirnya bisa memetik kemenangan karena bermain dengan sabar.

Van Gaal pun berterima kasih kepada pemain mudanya, Jesse Lingard, setelah mampu memecah kebuntuan pada menit ke-52.

Wayne Rooney dkk dapat menambah keunggulan jelang laga berakhir lewat tendangan penalti Juan Mata.

"Kami mampu menyerang lebih baik menghadapi permainan bertahan. Ini merupakan laga yang sulit, tapi hal baik kami dapat menang karena pelatih lawan selanjutnya akan berpikir ulang untuk bermain bertahan melawan kami," ujar Van Gaal. (AFP/AP/R-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya