Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Final Piala Asia Futsal 2026: Adu Mental 'Raja Asia' Lawan Sejarah Baru Garuda

Arga Sumantri
06/2/2026 20:34
Final Piala Asia Futsal 2026: Adu Mental 'Raja Asia' Lawan Sejarah Baru Garuda
Skuad Timnas Futsal Indonesia.(Antara)

INDONESIA Arena akan menjadi saksi bisu bentrokan dua kekuatan berbeda dalam final Piala Asia Futsal 2026, Sabtu (7/2) pukul 19.00 WIB. Sang "Raja Futsal Asia", Iran, ditantang sang pendatang baru yang tengah naik daun, tuan rumah Indonesia.

Laga ini bukan sekadar perebutan trofi, melainkan adu taktik dan mental antara pelatih legendaris Vahid Shamsaee dan arsitek bertangan dingin Hector Souto.

Shamsaee: Indonesia Punya Gairah Menakutkan

Pelatih Iran, Vahid Shamsaee, mengakui bahwa menghadapi Indonesia di depan pendukungnya sendiri bukanlah perkara mudah. Iran melaju ke final setelah menumbangkan Irak 4-2, namun Shamsaee enggan jemawa meski timnya sudah mengoleksi 13 gelar juara Asia.

"Besok akan menjadi pertandingan yang menarik karena dua hal: suporter Indonesia yang penuh gairah dan motivasi besar tim lawan yang baru pertama kali mencicipi final," ujar Shamsaee dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Jumat (6/2).

Shamsaee memperingatkan anak asuhnya agar tidak bernasib sama dengan Jepang yang tumbang di tangan Indonesia pada semifinal. "Di atas kertas, Jepang mungkin favorit, tapi di lapangan apa pun bisa terjadi. Buktinya, Indonesia berhasil menembus final," tambahnya.

Hector Souto: Tekanan Ada di Bahu Iran

Di sisi lain, pelatih Indonesia Hector Souto tampil sangat tenang. Pria asal Spanyol ini justru melempar beban mental ke pihak lawan. Baginya, status Indonesia sebagai "debutan final" adalah keuntungan karena timnya bisa bermain lepas tanpa beban sejarah.

"Bagaimana mungkin kami tertekan jika ini adalah final pertama kami? Sebaliknya, Iran telah memainkan 105 pertandingan di AFC dan hanya kalah empat kali. Tekanan itu milik mereka," tegas Souto.

Souto menekankan bahwa Iran wajib menang untuk menjaga reputasi besar mereka, sementara Indonesia akan bermain untuk menikmati sejarah. "Futsal itu kesenangan, bukan tekanan. Itu dua hal yang sangat berbeda," imbuhnya.

Menuju Puncak Sejarah

Langkah Indonesia ke final adalah sebuah anomali yang luar biasa. Setelah mencetak sejarah menembus semifinal untuk pertama kalinya, Garuda langsung melesat ke partai puncak usai menghajar Jepang 5-3.

Meski dukungan suporter akan membakar semangat para pemain, Souto tetap mengingatkan bahwa hasil akhir ditentukan oleh fokus di lapangan selama 40 menit pertandingan. (I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya