Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Strategi Awal John Herdman: Evaluasi Total dan Transformasi Mental Skuad Garuda

Dhika Kusuma Winata
13/1/2026 15:43
Strategi Awal John Herdman: Evaluasi Total dan Transformasi Mental Skuad Garuda
Jumpa pers perkenalan resmi John Herdman (kiri) sebagai pelatih kepala baru timnas Indonesia di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (13/1/2025).(ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

ERA kepemimpinan John Herdman di kursi kepelatihan Timnas Indonesia resmi dimulai. Pelatih kawakan asal Inggris tersebut langsung memaparkan langkah strategisnya, yang diawali dengan evaluasi mendalam pasca-kegagalan Indonesia di fase kualifikasi Piala Dunia 2026 sebelumnya.

Dalam sesi perkenalan resmi pada Selasa (13/1/2026), Herdman menegaskan bahwa fase awal kepelatihannya akan berfokus pada metode "mendengar dan memahami" sebelum mengeksekusi langkah-langkah teknis di lapangan.

Tahap Awal: Asesmen dan Pendekatan Personal

Prioritas jangka pendek Herdman adalah melakukan asesmen menyeluruh. Ia ingin memahami dinamika tim selama kampanye kualifikasi lalu, yang ia nilai memiliki potensi besar namun masih memiliki celah krusial.

Pelatih berusia 50 tahun ini juga menekankan pentingnya chemistry dengan pemain. Ia mengaku telah mulai menjalin komunikasi personal dengan kapten tim serta jajaran pemain pilar untuk memetakan kebutuhan internal timnas.

“Selalu diawali dengan proses evaluasi. Untuk mendengar, memahami pengalaman setiap pemain. Itu termasuk pengalaman taktis saya sendiri dalam menilai perjalanan selama dua tahun (timnas Indonesia di kualifikasi) yang nyaris berhasil, tetapi belum mencapai target. Karena itu, kita harus memahami letak gapnya," ujar Herdman.

"Setelah itu, secara internal kami meninjau standar yang ada, termasuk sistem dan struktur berperforma tinggi yang menjadi fondasi tim. Langkah-langkah ini sangat krusial," tambahnya.

Radar 60 Pemain dan Persiapan FIFA Series

Debut resmi John Herdman dijadwalkan berlangsung pada ajang FIFA Series, Maret mendatang. Momentum ini akan menjadi titik tolak pembangunan fondasi baru skuat Garuda. Tak main-main, Herdman mengaku sudah mengantongi daftar panjang berisi 60 pemain yang kini berada di bawah pantauan ketatnya.

“Saya telah menghubungi lebih dari 60 pemain untuk memberi tahu bahwa saya sudah di sini, saya memantau. Setelah itu, prosesnya membangun tim. Kami akan mendukung dan menaikkan standar yang ada," kata mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.

Herdman meyakini bahwa keterbukaan adalah kunci sukses sebuah tim nasional. "Saya rasa semuanya akan lebih mudah jika kita mau mendengar. Selama 15-20 tahun pengalaman saya, fokus pekerjaan saya adalah membawa tim lolos ke Olimpiade dan Piala Dunia. Intinya adalah melihat apa yang masih kurang, lalu membangunnya," ucapnya.

Mengubah Tekanan Menjadi "Anugerah"

Melatih Indonesia berarti siap menghadapi ekspektasi jutaan pasang mata. Namun, dalam jumpa pers di Hotel Mulia tersebut, Herdman menyatakan tidak gentar dengan beban besar yang ada di pundaknya.

"Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini," ungkap Herdman dengan tenang.

Alih-alih menganggapnya sebagai beban, pelatih asal Newcastle ini justru melihat energi fanatik suporter Indonesia sebagai kekuatan tambahan bagi performa tim di lapangan.

"Sekarang, itu bisa jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain," pungkas pelatih bertangan dingin tersebut. (Dhk/I-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya