Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BINTANG muda Barcelona, Lamine Yamal, kembali menunjukkan kegemarannya membangun narasi menjelang pertandingan besar. Kali ini, Derby Catalan menjadi panggung bagi pemain berusia 18 tahun tersebut untuk menebar hype di media sosial, yang oleh banyak pihak ditafsirkan sebagai balasan atas komentar kontroversial pemain Espanyol, Pere Milla.
Rivalitas Derby Catalan memang selalu panas, namun kali ini tensi meningkat menyusul kembalinya Joan Garcia ke Stadion RCDE untuk pertama kalinya sejak menyeberang ke kubu rival. Di tengah suasana yang sudah memanas, Pere Milla memicu polemik dalam sebuah wawancara.
Saat ditanya siapa yang lebih ingin ia "injak" dalam pertandingan nanti antara Joan Garcia atau Lamine Yamal, Milla memilih bintang muda Spanyol tersebut. Meski diucapkan dengan nada bergurau, komentar itu langsung menjadi sorotan utama media.
Hanya berselang beberapa jam setelah komentar Milla viral, Lamine Yamal mengunggah foto di Instagram Story yang memperlihatkan dirinya sedang merayakan gol dalam kemenangan 2-0 di Cornella musim lalu.
Tak lama kemudian, ia mengunggah foto kedua dari sudut pandang berbeda dengan keterangan singkat yang sarat makna. "Menantikan saat untuk kembali."
Aksi ini bukanlah pertama kalinya dilakukan Yamal. Pemain lulusan La Masia ini dikenal sering menggunakan media sosial untuk membakar semangat sebelum laga krusial. Contoh paling terkenal terjadi saat Euro 2024, ketika Spanyol berhadapan dengan Prancis di semifinal.
Menanggapi komentar Adrien Rabiot yang menyebut Yamal harus "berbuat lebih banyak," sang pemain membalas lewat unggahan. "Hanya bicaralah saat tiba waktunya untuk mengatakan skakmat." Setelah kemenangan La Roja, ia pun mengunggah kata "skakmat" sebagai penutup.
Namun, strategi ini tidak selalu berbuah manis. Musim ini, ia sempat memancing kemarahan Real Madrid menjelang El Clasico dengan tuduhan Los Blancos "merampok pertandingan" saat melakukan siaran langsung. Real Madrid kemudian keluar sebagai pemenang, dan kiper Thibaut Courtois mengakui bahwa komentar Yamal justru memotivasi timnya untuk menang.
Kini, publik menanti apakah aksi "perang urat syaraf" Yamal di media sosial akan kembali berujung pada kemenangan manis di Derby Catalan, atau justru menjadi bumerang seperti yang terjadi dalam El Clasico lalu. (Football-Espana/Z-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved