Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Harga Jersey Klub Liga Liga Inggris Meroket, Fans Mulai Beralih ke Produk Palsu

Basuki Eka Purnama
19/12/2025 10:13
Harga Jersey Klub Liga Liga Inggris Meroket, Fans Mulai Beralih ke Produk Palsu
Ilustrasi(liverpoolfc.com)

TREN kenaikan harga perlengkapan olahraga orisinal di Inggris kian mengkhawatirkan. Dalam satu dekade terakhir, harga rata-rata jersey replika dewasa di Liga Inggris melonjak hingga 50,7%, sementara untuk kategori anak-anak naik sebesar 46,8%.

Kondisi ini memicu gelombang protes dari suporter. Berdasarkan laporan yang dihimpun BBC, ratusan pendukung dari berbagai klub mengaku terpaksa beralih membeli produk palsu atau KW karena harga produk resmi yang dianggap sudah tidak masuk akal.

Saat ini, separuh dari total klub Liga Primer Inggris mematok harga 85 pound sterling (sekitar Rp1,7 juta) untuk satu potong jersey pria dewasa versi standar. Sementara itu, sepuluh klub lainnya menjual dengan harga mulai dari 60 pound sterling (sekitar Rp1,2 juta).

Mengapa Sangat Mahal?

Berdasarkan riset pasar dari Dr. Peter Rohlmann, seorang analis spesialis merchandise sepak bola, struktur biaya sebuah jersey seharga 85 pound sterling tidak hanya ditentukan oleh ongkos produksi. Berikut adalah rincian pembagian biayanya:

  • Pengecer (Toko Resmi Klub): Mengambil bagian terbesar sebesar 37,45.pound sterling
  • Produsen (Adidas, Nike, dll): Mendapatkan 16,25 pound sterling
  • Pajak (VAT): 13,60 pound sterling
  • Pemasaran & Lisensi: 9,50 pound sterling
  • Produksi & Pengiriman: Hanya sebesar 8,50 pound sterling

Mantan desainer jersey untuk Puma dan Umbro, Rob Warner, menjelaskan bahwa margin keuntungan retail sangat besar karena risiko yang mereka tanggung.

"Retailer sangat bergantung pada kesuksesan tim. Di masa saya di Umbro, pengecer bisa membeli sejuta kaus timnas Inggris, namun jika the Three Lions tersingkir di fase grup, tiba-tiba stok tersebut menjadi tidak bernilai. Itu adalah risiko," ungkap Warner.

Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga dipicu oleh penggunaan teknologi logo yang lebih berkualitas, tenaga penjahit yang lebih ahli, serta kebutuhan brand untuk menutup biaya kesepakatan kontrak bernilai fantastis dengan klub-klub elit.

Ancaman Pasar Gelap

Lonjakan harga ini mendapatkan perhatian dari pemerintah. Shadow Sports Minister, Nigel Huddleston, menyatakan keprihatinannya terhadap tekanan finansial yang dialami suporter.

"Kaus adalah bagian besar dari identitas klub, tetapi kenaikan biaya membuat generasi penggemar berikutnya berisiko kehilangan koneksi penting ini, sekaligus memaksa penggemar saat ini masuk ke pasar barang palsu," ujar Huddleston.

Pihak otoritas perbatasan (Border Force) melaporkan adanya lonjakan penyitaan barang palsu yang lebih besar dari sebelumnya. Di Bandara East Midlands, petugas menemukan puluhan paket berisi jersei palsu yang diduga akan diedarkan ke pasar.

Direktur Penegakan dan Intelijen IPO, Andy Cooke-Welling, memperingatkan dampak sistemik dari peredaran barang ilegal ini.

"Barang palsu yang masuk ke Inggris merugikan ekonomi hingga 7 miliar pound sterling dan berpotensi menyebabkan hilangnya 80.000 lapangan kerja. Sebagian besar berasal dari industri sepak bola," jelasnya.

Menanggapi situasi ini, pihak Liga Primer Inggris menyatakan bahwa berdasarkan aturan liga, klub memiliki kebebasan penuh secara komersial untuk menentukan harga jual produk replika mereka sendiri. (bbc/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya