Jumat 11 November 2022, 05:30 WIB

Peluang Terakhir Generasi Emas

RIFALDI PUTRA IRIANTO | Sepak Bola
Peluang Terakhir Generasi Emas

AFP

 

PIALA Dunia 2022 dapat dikatakan sebagai peluang terakhir para generasi emas timnas Belgia untuk merebut gelar juara mengingat usia para pemain andalan mereka sudah tidak lagi muda.

Bintang-bintang Belgia, seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Dries Mertens diketahui usianya saat ini sudah menginjak kepala tiga. Dengan Piala Dunia yang digelar empat tahun sekali, bukan tidak mungkin mereka sudah memasuki masa pensiun pada 2026.

Dengan kondisi itu, Belgia diperkirakan akan tampil 100% di Qatar nanti. Fakta bahwa Belgia belum merasakan mengangkat trofi Piala Dunia dalam 11 kali keikutsertaan tentu akan menjadi semangat tambahan dalam penampilan mereka nantinya.

Ambisi itu diungkapkan Hazard yang didapuk sebagai kapten. Dia menyebut bahwa timnya tidak ingin dikatakan sebagai generasi emas bila mereka belum membawa pulang trofi Piala Dunia.

"Selalu ada pembicaraan tentang kami adalah generasi emas. Namun, ada benarnya juga. Kami telah menghabiskan hampir 10 tahun bersama. Namun, saya pikir kami akan pantas dikatakan generasi emas ketika kami memenangi sesuatu," ucap Hazard dikutip dari FIFA.

"Tentu saja, kami memiliki generasi pemain yang luar biasa, tetapi kami masih belum memenangi apa pun. Jika kita benar-benar ingin mendapatkan julukan generasi emas itu, saya pikir memenangi Piala Dunia satu-satunya hal yang perlu kita lakukan," jelasnya.

Jika melihat kembali perjalanan the Red Devils di kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, tampaknya peluang Hazard dkk untuk merebut trofi juara di kompetisi sepak bola terbesar di dunia itu bukan hal yang tidak mungkin.

Tim asuhan Roberto Martinez itu telah tampil apik di babak kualifikasi. Mereka tercatat tidak pernah kalah dari lawan-lawan mereka dan hal itu yang membuat mereka dengan mulus melaju ke babak utama dengan status pemuncak klasemen Grup E.

Belgia berhasil merebut 6 kemenangan dan 2 kali imbang sepanjang perjalanannya di kualifikasi dengan total 20 poin. Kemenangan atas Estonia 3-1 di laga ketujuh kualifikasi menjadi penentu mereka lolos ke babak utama.

Martinez akan kembali menakhodai timnas Belgia pada Piala Dunia dan itu akan menjadi kedua kalinya bagi dia memimpin di ajang empat tahunan tersebut. Sebelumnya, pelatih berusia 49 tahun itu menangani Belgia di Piala Dunia 2018.

Hazard menilai pria yang pernah menjadi juru taktik klub Everton itu merupakan orang yang tepat untuk dirinya dan rekan-rekannya. "Saya pikir dia (Martinez) memiliki banyak kemampuan hebat dan dia menunjukkan itu selama beberapa tahun hingga sekarang, bahkan sebelum dia mengambil alih tim nasional," sebut Hazard.

Pada edisi 2018, Martinez sukses membawa Belgia finis di peringkat ketiga setelah mengalahkan Inggris dengan kedudukan 2-0. Peluang Belgia untuk merebut gelar juara kandas setelah dijegal Prancis dengan skor tipis 0-1 di babak semifinal.

"Dia (Martinez) adalah tipe orang yang sangat mencintai sepak bola dan sangat menyukai olahraga. Dia selalu mengeksplorasi metode baru. Dia banyak berbicara dengan para pemainnya dan saya pikir itu menjadi kualitas terbaiknya sebagai pelatih," jelas Hazard.

Tak hanya mampu membawa Belgia finis di peringkat ketiga, pelatih asal Spanyol itu juga berhasil membawa Belgia memetik kemenangan dari Brasil (2-1) di perempat final empat tahun lalu. Selain itu, di babak 16 besar, Martinez sukses membawa Belgia menang dari Jepang dengan skor 3-2.

"Pertandingan melawan Jepang adalah salah satu pertandingan roller coaster. Kami bangkit dari kalah 2-0 untuk menang (3-2). Emosi dan sensasi itu sulit untuk dijelaskan. Hari itu, semua fan Belgia merasakan kebahagiaan yang luar biasa," tutur Hazard.

 

Standar tinggi

Setelah hampir mencapai partai puncak pada 2018, Hazard menegaskan dirinya menetapkan standar tinggi untuk performanya di Qatar nanti. Dia bertekad untuk menampilkan yang terbaik agar Belgia dapat mencapai hasil maksimal.

"Saya harus menetapkan standar tinggi dan saya akan berusaha lebih baik dari 2018. Tentu ini akan sulit karena pencapaian sebelumnya sudah cukup bagus, tapi saya akan berusaha" tegasnya.

Tergabung dalam Grup F bersama Kroasia, Kanada, dan Maroko, tentu itu bakal menjadi perjalanan yang tidak mudah untuk Belgia di Qatar. Kroasia diperkirakan akan menjadi penantang yang sulit untuk mereka.

"Kroasia memiliki beberapa pemain yang luar biasa. Saya cukup beruntung bisa bermain bersama Luka Modric (di Real Madrid), kapten mereka, setiap hari. Mereka adalah tim yang bertalenta dan itulah mengapa mereka mencapai final empat tahun lalu," jelas Hazard.

Sementara itu, soal Kanada, Hazard mengaku tidak mengetahui banyak soal kekuatannya. Namun, mantan pemain Chelsea itu menyatakan tidak sabar untuk bertarung melawan negara dari benua luar Eropa.

"Maroko memiliki (Achraf) Hakimi di tim mereka, jadi itu menunjukkan kepada Anda bahwa mereka juga memiliki banyak potensi. Bagaimanapun fakta bahwa mereka berhasil mencapai Piala Dunia adalah tanda bahwa mereka adalah tim yang hebat," tukasnya.

Baca Juga

DOK MI

Arema FC Bekap Dewa United

👤Widhoroso 🕔Rabu 07 Desember 2022, 17:46 WIB
AREMA FC meraih poin maksimal saat menghadapi Dewa United pada lanjutan Liga 1 2022/23, di Stadion Manahan, Solo, Rabu (7/12)...
AFP/FADEL SENNA

Warga Maroko Rayakan Kemenangan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 07 Desember 2022, 15:03 WIB
"Ada jutaan orang di belakang Maroko. Tim ini mewakili semangat,...
AFP/Glyn KIRK

Ten Hag Berupaya Dongkrak Kebugaran Penyerang Manchester United

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 07 Desember 2022, 11:52 WIB
"Jika melihat musim ini, terutama di lini depan, kami banyak kehilangan pemain. Saat mereka siap bermain, mereka pun tidak ada dalam...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya