Jumat 04 November 2022, 05:35 WIB

El Tri Mengusung Mimpi Besar

Dhika Kusuma Winata | Sepak Bola
El Tri Mengusung Mimpi Besar

AFP
Timnas sepak bola Meksiko

 

DI ajang Piala Dunia, Meksiko merupakan salah satu dari 13 tim pionir yang tampil pada edisi perdana 1930. Hingga sekarang, mereka langganan di ajang sepak bola terelite itu, bahkan lebih sering ketimbang tim-tim besar lain seperti Prancis dan Inggris.

Namun, ketika bicara kesuksesan, Meksiko belum mampu mencapai tangga tertinggi. Laju terjauh skuad berjuluk El Tri itu belakangan hanya sampai babak 16 besar. Seolah menjadi kutukan, dalam tujuh edisi terakhir, secara beruntun mereka hanya bisa maju ke babak 16 besar lalu tumbang.

Meksiko pernah mencapai perempat final ketika menjadi tuan rumah pada edisi 1986 dan setelah itu tak pernah melampauinya. Mereka terjebak pada pengulangan selalu gugur pada babak 16 besar. Sebab itu, mencapai delapan besar di Qatar nanti menjadi ambisi yang perlu pembuktian.

Berkaca dari tren tersebut, skuad asuhan Gerardo Martino itu akan membawa mimpi besar. Hanya, inkonsistensi mereka sepanjang kualifikasi menuju Qatar berpotensi menghambat.

Meksiko dinilai gagal tampil sesuai harapan. Suara-suara yang memintanya mundur pun sempat berembus kencang. Martino, yang baru memimpin skuad El Tri selama tiga tahun, bahkan mengakui sudah menjadi musuh publik alias public enemy nomor satu di Meksiko.

Ekspektasi tinggi lantaran El Tri berstatus tim terkuat di kawasan sekaligus juara Piala Emas Concacaf 2019 ketika baru ditangani Martino. Namun, mereka gagal mempertahankannya padatahun lalu, kalah dari Amerika Serikat di final.

Pada kualifikasi Zona Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia alias Concacaf, Meksiko di posisi kedua di belakang Kanada. Mereka hanya memenangi delapan laga dari 14 pertandingan.

Mantan pelatih Barcelona dan timnas Argentina itu dianggap belum mewujudkan gaya permainan yang konsisten dengan sistem 4-3-3 favoritnya. Sebagian kendala lantaran beberapa pemain kuncinya sempat cedera, seperti Jesus Corona dan Raul Jimenez.

"Bagi saya, tidak ada yang bisa dipersoalkan dari (kritik) orang-orang. Ketika kami bermain melawan Polandia, akan ada 50 ribu orang Meksiko yang mendukung. Di sini situasinya bahwa tim menghadapi Piala Dunia dan kami menatap ke depan dan itu akan mengubah pendapat orang," imbuhnya.

"Saya berkomitmen pada tujuan mencapai perempat final di Piala Dunia, tetapi saya ingin menerapkan sistem dan gaya permainan yang jelas untuk menuju itu," kata pelatih yang akrab disapa Tata Martino itu.

 

Mental positif

Di Grup C, tantangan Meksiko tak akan mudah dengan target bisa bercokol di posisi atas grup. Pada laga pertama, mereka harus mampu melewati Polandia. Setelah itu, mereka juga perlu mencuri poin melawan Argentina dan terakhir mengamankan kemenangan atas Arab Saudi demi bisa lolos.

Sebagian besar tim di Qatar bakal dihadapkan pada mepetnya persiapan karena edisi Piala Dunia kali ini digelar ketika musim dingin di tengah kompetisi klub.

Tata Martino tak begitu khawatir dan menilai para pemainnya sudah terbiasa mengubah pola pikir bermain di klub ke timnas. Sebab itu, dia percaya diri para pemain membawa mental yang positif.

"Tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi dalam empat tahun lalu. Kami selalu menerima para pemain setelah mereka bermain di klub dan pemain timnas sudah tahu cara mengganti cip mereka," ujarnya,

Di Qatar, Martino lebih memilih pemain lain yang lebih muda. Ujung tombak dalam urusan mencetak gol akan ada di pundak Raul Jimenez. Ia dikenal tajam dalam bola-bola udara. Hanya, Jimenez masih berjuang ke performa terbaiknya sejak mengalami patah tulang tengkorak yang terjadi pada dua tahun lalu. Sepanjang kualifikasi ke Qatar, dia pun hanya mencetak tiga gol.

Di lini tengah, pemain senior Andres Guardado diprediksi akan menjadi tumpuan Tata Martino untuk penyeimbang di lapangan. Gelandang Real Betis itu terkenal sebagai pengatur lini tengah, memiliki kemampuan membaca permainan yang baik serta visi yang kreatif. Guardado juga menjadi sosok pemimpin di skuad El Tri dan memiliki pengaruh, baik di dalam maupun di luar lapangan, serta berperan penting dalam mendukung keputusan pelatih. (FIFA/ESPN/Medio Tiempo/R-2)

 

 

Baca Juga

AFP/	INA FASSBENDER

Saatnya Jerman Fokus ke Pertandingan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 26 November 2022, 14:58 WIB
Oleh para pengamat, Jerman dikecam karena kehilangan fokus sisi sepak bola dan seolah lebih nyaring pada kampanye...
dok.ant

Preview Piala Dunia 2022: Argentina vs Meksiko

👤Muhamad Fauzi 🕔Sabtu 26 November 2022, 13:05 WIB
ARGENTINA berusaha mengembalikan statusnya sebagai favorit juara turnamen ini kala ditantang Meksiko dalam pertandingan kedua Grup C Piala...
AFP/	PAUL ELLIS

Ditahan Imbang AS, Southgate Tuai Kritikan

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 26 November 2022, 12:23 WIB
Inggris membuang peluang untuk memastikan tempat di babak 16 besar lebih awal lantaran bermain tanpa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya