Rabu 01 September 2021, 13:56 WIB

Hadapi Swedia, Ajang Pembuktian Skuad Muda La Furia Roja

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Hadapi Swedia, Ajang Pembuktian Skuad Muda La Furia Roja

Tiziana FABI / AFP
Pemain muda berusia 20 tahun, Eric Garcia, kembali dipanggil untuk memperkuat tim nasional Spanyol.

 

LAGA melawan Swedia di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 pada Jum'at (3/9) dini hari WIB menjadi pembuktian pelatih tim nasional Spanyol, Luis enrique, dalam pemilihan skuad yang didominasi pemain muda.

Enrique masih akan menurunkan para pemain yang hampir sama di Piala Eropa 2020 di laga nanti.

Lagi-lagi, Enrique tak memanggil satu pun pemain Real Madrid. "Tidak ada pemain Real Madrid, saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut. Perbuatan saya berbicara lebih keras daripada kata-kata saya," kata Enrique.

Piala Dunia Qatar yang masih setahun lebih itu membuat Luis Enrique memutuskan untuk menguji anak-anak muda di dalam skuadnya.

Eric Garcia, 20, yang tampil dalam skuad Euro, dimasukan ke dalam skuad dan ada panggilan pertama untuk gelandang Celta Vigo berusia 24 tahun, Brais Mendez dan striker West Ham berusia 25 tahun, Pablo Fornals juga ada dalam daftar pemain.

Ada beberapa nama yang dicoret Enrique seperti pemain Liverpool Thiago Alcantara. Lalu ada juga Pedri, Dani Olmo, Mikel Oyarzabal dan Pau Torres. Enrique ingin memberi jam istirahat untuk empat pemain itu. 

Enrique optimistis Spanyol mampu lolos di kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebab, skuad muda yang dimilikinya sudah dijajal beberapa kali di kompetisi besar, seperti Piala Eropa dan Olimpiade Tokyo 2020.

Meskipun tim tersebut gagal menembus final Piala Eropa 2020, menurut Enrique, kualitas mereka sudah sesuai harapan.

"Spanyol memenuhi ekspektasi karena kami termasuk yang terbaik, dan kami juga yang mencetak gol terbanyak bersama Italia dan yang paling banyak mencapai area penalti," jelasnya.

Spanyol dan Swedia juga telah bersua di ajang Piala Eropa 2020. Dalam laga babak penyisihan grup saat tu, Spanyol ditahan imbang Swedia dengan skor 0-0.

Meski berakhir imbang, secara statistik serangan, La Furia Roja unggul atas Swedia. Selama 90 menit waktu normal, Spanyol memegang 85% penguasaan bola berbanding 15% milik Swedia.

Tidak hanya itu, intensitas tembakan yang dilesakkan Pedri dan kolega pun sangat tinggi, dengan catatan 17 kali sepakan.

Namun, Swedia adalah tim dengan pertahanan kukuh. Di laga tersebut, lini pertahanan Swedia yang dikomando Victor Lindelof mampu melakukan 37 clearance dan 21 kali intersep. Mereka mampu menjaga clean sheet di laga kontra Spanyol tersebut.

Tidak hanya itu, sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2022, Swedia pun tampil apik dalam hal pertahanan. Terbukti dari 2 pertandingan yang dilakoni, mereka belum kebobolan sama sekali.

Spanyol memulai Kualifikasi Piala Dunia mereka dengan hasil imbang 1-1 melawan Yunani, sebelum mereka bangkit kembali dengan kemenangan tandang 2-1 atas Georgia, saat Dani Olmo mencetak gol kemenangan injury time setelah Ferran Torres menyamakan kedudukan. .

Mereka kemudian meraih kemenangan dengan mengalahkan Kosovo 3-1 dengan membawa mereka mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.

Sementara, Swedia memulai Kualifikasi Piala Dunia dengan kemenangan 1-0 atas Georgia, saat Viktor Claesson mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut. Mereka juga meraih kemenangan 3-0 di Kosovo. (Mal/AFP/Sportsmole/OL-09)

Baca Juga

PSSI

Timnas U-23 Tekuk Nepal 2-0

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 23:32 WIB
Indonesia membuka skor pada menit ke-55 melalui Hanis...
AFP

Haaland Digoda Tuchel, Dortmund Berang

👤Widhoroso 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 21:43 WIB
BORUSSIA Dortmund dikabarkan berang dengan deklarasi Thomas Tuchel baru-baru ini bahwa ia tertarik mendatangkan Erling Haaland ke...
Antara

Persita Tangerang Tekuk Persikabo 2-1

👤Ant 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:57 WIB
Kedua gol kemenangan tim asuhan pelatih Widodo Cahyono Putro itu diciptakan Harrison Cardoso De...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya