Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Proses Akuisisi Diwarnai Kabar Miring

MI
24/4/2020 01:35
Proses Akuisisi Diwarnai Kabar Miring
Markas Newcastle United(AFP)

LEMBAGA hak asasi manusia Amnesty International Britania Raya menyoroti upaya pengambilalihan klub sepak bola Inggris Newcastle United. Lembaga tersebut mengungkapkan konsorsium Arab Saudi yang dipimpin putra mahkota Mohammed bin Salman sebagai pihak yang akan membeli Newcastle memiliki sederet catatan hitam dalam HAM.

Direktur Amnesty International Regional Britania Raya Kate Allen pun mendesak pemimpin eksekutif Liga Primer Richard Masters agar mempertimbangkan akuisisi itu dari berbagai faktor, termasuk situasi HAM di Arab Saudi.

Meski demikian, Amnesty International mengatakan tidak berada dalam posisi mengatur siapa yang harus menjalankan Newcastle United, kecuali jika Liga Primer mau berhenti dan mengamati secara serius situasi HAM di Arab Saudi.
 
Menurut Amnesty International, kompetisi Liga Inggris tersebut dalam ancaman dimanfaatkan untuk langkah pencitraan melalui olahraga demi mengalihkan perhatian dari catatan hitam HAM di  Arab Saudi.

Selain soal pelanggaran HAM, dugaan pembajakan siaran pertandingan dikaitkan dengan proses pembelian Newcastle. Tuduhan tersebut dilontarkan Bein Media Group yang secara eksklusif menyiarkan semua pertandingan liga Inggris di Timur Tengah.

Bein Sport yang berbasis di Qatar mengatakan Arab Saudi telah menyebabkan kerusakan keuangan yang luas melalui dukungan mereka terhadap jaringan siaran ilegal. Dalam sebuah surat kepada klub-klub Inggris papan atas, Bein mendesak klub agar menekan para pejabat liga untuk menyelidiki direktur, pegawai, dan perwakilan lainnya guna menentukan apakah Saudi cocok dan layak untuk memiliki
Newcastle.

Bein menuding bahwa setelah masalah hubungan antaraQatar dan Arab Saudi dan sekutu-sekutu mereka pada 2017, Riyadh membentuk stasiun TV olahraga bajakan yang mencuri dari Bein. Jaringan TV bajakan itu kemudian disiarkan ulang di satelit yang dikendalikan dari Riyadh. (Dmr/AFP/R-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya