Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
BUNDESLIGA Jerman dijadwalkan kembali bergulir pada 9 Mei tanpa dihadiri penonton. Hal itu diutarakan Perdana Menteri Negara Bagian Bavaria Markus Soeder kendati publik melayangkan kritik atas gelaran Bundesliga tanpa penonton itu.
Soeder mengatakan hingga saat ini menggelar laga dengan penonton tidak mungkin dilakukan karena perlunya mencegah penyebaran virus korona atau covid-19 di stadion. “Kita mungkin bisa memulai pada 9 Mei seperti permainan di stadion kosong,” kata Soeder, kepada Bild, kemarin.
Sementara itu, Perdana Menteri Nordrhein-Westfalen Armin Laschet yang merupakan rumah bagi Borussia Dortmund mengatakan liga kasta teratas sepak bola Jerman dapat dilanjutkan setelah melalui pertimbangan yang matang.
Laschet mengatakan Liga Sepak Bola Jerman atau DFL telah merumuskan mekanisme menggelar pertandingan tanpa penonton beberapa hari terakhir. DFL akan membahas kelanjutan kompetisi bersama 36 klub divisi utama dan kedua, Kamis (23/4). Pertimbangan menggelar liga tanpa penonton ialah pemerintah Jerman memutuskan untuk melarang keramaian hingga 31 Agustus.
Selain itu, DFL ingin melanjutkan kompetisi dan berharap selesai pada 30 Juni untuk mengamankan pendapatan hak siar senilai 300 juta euro atau Rp5 triliun. DFL berharap pemerintah memberikan lampu hijau untuk melanjutkan dua kompetisi teratas pada bulan depan, pada 9 atau 16 Mei.
Namun, keinginan menggelar liga tanpa penonton itu mendapat kritik dari publik Jerman. Jika liga bergulir, diprediksi, 20 ribu alat tes akan dialihkan untuk pemain dan pihak yang terlibat dalam pertandingan.
Politikus dan ilmuwan Karl Lauterbach mengatakan ada pihak lain yang lebih membutuhkan alat tes tersebut. “Akan salah jika menggunakan puluhan ribu tes untuk permainan di stadion kosong ketika tidak ada pengujian yang cukup untuk panti jompo dan guru,” ujar Lauterbach.
Patuhi protokol
Di Spanyol, klub anggota La Liga diizinkan kembali menggelar latihan dengan syarat mematuhi protokol yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Spanyol. Keputusan itu didasari pertemuan Dewan Olahraga Nasional Spanyol (CSD), Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), dan La Liga sebagai operator kompetisi.
CSD mengatakan klub harus melaksanakan protokol ketat dari Departemen Kesehatan. Selain itu, semua pihak masih mencermati perkembangan covid 19 dan meng ikuti imbauan Kementerian Kesehatan.
‘Keputusan ini tetap bergantung pada kondisi wabah korona yang ada serta semua kebijakan yang diambil Kementerian kesehatan’, tulis pihak CSD.
Pihak La Liga juga telah menyusun rencana untuk menguji kesehatan pemain serta memantau perkembangan agar latihan bisa digelar secara berkelompok. Hal itu diperuntukkan persiapan para pemain sebelum melanjutkan kompetisi yang ditunda sejak 12 Maret.
Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, pekan lalu mengatakan kompetisi bisa dimulai kembali pada awal bulan depan. Namun, hal itu menjadi tanda tanya karena pemerintah Spanyol telah memutuskan memperpanjang masa lockdown hingga 9 Mei.
Selain itu, pertemuan La Liga, RFEF, dan CSD memutuskan mengalihkan hak siar televisi untuk membantu olahraga lainnya. ‘Presiden La Liga dan RFEF berkomitmen menyediakan dana darurat 10 juta euro untuk membantu olahraga yang rentan, dan telah mengundang asosiasi pemain untuk ikut ambil bagian’, tulis pihak CSD. (AFP/R-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved