Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Akhirnya Pulang dari Pengasingan

MI
20/4/2020 04:55
Akhirnya Pulang dari Pengasingan
Pelatih Wuhan Zall Jose Gonzalez (kanan) dan pemainnya tiba di Stasiun Kereta Api Wuhan, Hubei, Tiongkok(AFP)

HARI yang ditunggu Wuhan Zall akhirnya tiba. Sabtu (18/4) malam, klub Chinese Super League (CSL) itu tiba di Stasion Kereta Api Wuhan, Hubei, Tiongkok. Mereka disambut para penggemar berkostum oranye yang mengenakan masker serta mengibarkan spanduk.

Para penggemar dengan antusias bernyanyi dan juga memberikan bunga sebagai tanda dukungan kepada pemain setelah melewati
masa-masa sulit di luar negeri akibat wabah virus korona (covid-19).

Zall yang dipimpin pelatih asal Spanyol Jose Gonzalez seperti diketahui terhitung sejak akhir Januari sudah 104 hari berada di Spanyol, salah satu negara di Eropa yang cukup parah terdampak oleh korona.

Mereka terpaksa ke Spanyol karena tidak bisa berlatih di Wuhan yang merupakan kota tempat pertama kalinya korona ditemukan.
Ketika kondisi di Spanyol sudah membaik pada bulan lalu, Gonzalez dan pasukannya memutuskan untuk terbang kembali ke Tiongkok. Namun, tim tertahan selain karena Wuhan masih ditutup, mereka dikarantina di Shenzhen. Setelahnya, mereka baru bisa ke Guangzhou untuk bisa menuju Wuhan.

“Setelah lebih dari tiga bulan di pengasingan, anggota tim Wuhan Zall akhirnya menginjakkan kaki di kampung halaman mereka,” kata klub tersebut seperti dilansir AFP, kemarin.

Selama di Spanyol, Zall bermaksud berlatih sebagai persiapan sebelum menghadapi CSL, kasta tertinggi di liga sepak bola Tiongkok, yang akan dimulai akhir Februari. Namun, karena wabah di Tiongkok semakin parah, otoritas yang berwenang menunda CSL hingga waktu yang belum bisa ditentukan.

Selama di pengasingan, para pemain Zall disebutkan mengalami tekanan psikologis. Mereka lelah secara mental karena kombinasi latihan, karantina, dan berada jauh dari keluarga begitu lama.

Banyak di antara mereka juga memiliki anak yang masih balita. Dikabarkan, salah satu pemain kehilangan neneknya karena virus ketika masih berada di Spanyol.

Rencana persiapan menghadapi CSL juga bisa dibilang tidak begitu mulus karena beberapa klub menolak menjadi lawan tanding Zall. Kepada wartawan Spanyol, Gonzalez pernah mengatakan, “Mereka bukan virus berjalan, mereka atlet.”

Setiba di Wuhan, seluruh pemain Zall akan menghabiskan waktu di rumah masing-masing dan akan kembali berlatih pada Rabu (22/4). Latihan tetap dilakukan meski jadwal dimulainya CSL belum jelas. 

Namun, Zall pasti berambisi untuk tetap tampil apik seperti musim lalu ketika berhasil bertengger di peringkat keenam di akhir musim.

Zall sejak berdiri pada 2009 baru dua kali merasakan sengitnya CSL. Sebelumnya mereka pernah dipromosikan ke CSL pada 2013 setelah menjuarai League One setahun sebelumnya. Sayangnya, itu hanya semusim. Pada 2018, Zall yang dibimbing mantan gelandang Everton Li Tie kembali memenangi League One dan mendapatkan musim kedua mereka di CSL berkat asuhan Li yang tiba sebagai pelatih baru pada akhir 2017. (Deden Muhamad Rojani/R-3)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya