Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Muncul Usul Hapuskan Sistem Degradrasi

Akmal Fauzi
20/4/2020 04:00
Muncul Usul Hapuskan Sistem Degradrasi
(AFP)

PEMILIK Brighton & Hove Albion Tony Bloom menilai sistem degradasi di Liga Primer Inggris bisa dihapus jika musim ini tidak juga bisa rampung akibat wabah virus korona (covid-19).

Menurut Bloom, sistem degradasi yang melempar satu tim ke Championship, kasta kedua liga Inggris, dirasa tidak tepat berdasarkan aturan poin per gim jika liga tidak diselesaikan.

“Ada takaran yang tak tepat jika tim tak boleh memainkan pertandingan sisa mereka dan mungkin kehilangan 0,2 poin di setiap gim sisa serta tidak mempertimbangkan kekuatan tim lawan,” kata Bloom seperti dilansir AFP, kemarin.

Brigthon saat ini berada di urutan ke-15 klasemen Liga Primer dengan 29 poin, atau hanya selisih dua poin dari Bournemouth yang berada di zona degradasi teratas. Mereka disusul Aston Villa dan Norwich, dua tim yang berada di posisi terbawah.

Brigthon masih punya sisa sembilan pertandingan sebelum kompetisi dihentikan sementara karena covid-19. Agar tidak tersingkir dari Liga Primer, Brighton setidaknya harus berada di posisi ke-17 di akhir musim.

Di sisi lain, Bloom mengaku tak keberatan jika Liverpool dinobatkan sebagai juara musim ini karena sudah unggul 25 poin di puncak klasemen. Dia juga menerima jika posisi empat besar saat ini ditentukan sebagai peraih tiket Liga Champions.

“Namun, jika untuk degradasi, saya rasa tidak,” kata dia. “Kita boleh mendapatkan pemenangnya, tentu Liverpool pantas meraih gelar itu, tapi untuk degradasi, harus ada 70% suara yang setuju,” kata dia.


Pembatasan sosial

Dalam rapat yang diikuti 20 klub Liga Primer pada Jumat (17/4) muncul komitmen untuk menuntaskan liga musim ini. Namun, belum
juga ditetapkan kapan waktu untuk melanjutkan liga. Terlebih, pemerintah Inggris bisa saja memperpanjang masa darurat yang sebelumnya diputuskan bakal berakhir pada 7 Mei.

Seandainya kondisi memungkinkan, masih ada hal rumit yang harus dicari solusinya, yakni terkait dengan laga tanpa penonton. Kepala Eksekutif West Ham Karren Brady meragukan liga tetap digelar meski tanpa penonton. Menurutnya, akan ada sekitar 300 orang di dalam stadion meski pertandingan disaksikan langsung oleh para penggemar.

“Sekitar 300 sampai 500 orang ada di stadion seperti aparat keamanan, staf, petugas medis, pemain, wasit, dan media,” kata Brady.

Hal yang sama dikatakan seorang tokoh senior sebuah klub Liga Inggris. Meski terlihat sederhana, pertandingan tanpa penonton tetap mengharuskan orang-orang tertentu melakukan pekerjaan mereka untuk menggelar pertandingan.

“Orang-orang tidak menyadari betapa banyak staf penting harus ada di dalam pertandingan sepak bola agar bisa berjalan,” kata dia yang menyebut ada 150 hingga 200 orang yang pasti berada di area stadion.

Demikian juga dengan para staf lapangan dalam sebuah stadion yang harus mempersiapkan pertandingan. Itu ditambah staf setiap klub yang harus ikut di dalam sebuah pertandingan. (AFP/ESPN/R-3)


 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya