Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM nasional Spanyol kembali meraih poin penuh. Saat menjamu Swedia dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2020 Grup F di Stadion Santiago Bernabeu, kemarin dini hari, La Furia Roja menang 3-0.
Ketiga gol Spanyol dalam laga itu dicetak Sergio Ramos pada menit ke-64 melalui tendangan penalti, Alvaro Morata (85’) juga melalui tendangan penalti, dan Mikel Oyarzabal (87’).
Dengan hasil itu, La Furia Roja pun semakin kukuh di posisi puncak klasemen sementara Grup F dengan nilai 12 dari hasil empat laga. Sebaliknya, Swedia tertahan di posisi kedua dengan nilai 7, sama dengan Rumania yang ada di urutan ketiga. Sementara itu, posisi keempat sampai keenam berturut-turut ditempati Norwegia (5), Malta (3), dan Kepulauan Faroe (0).
Terlepas dari hasil pertandingan kemarin dini hari, ada yang menarik dalam laga Spanyol melawan Swedia. Sang kapten, Sergio Ramos, sejatinya berpeluang menambah koleksi gol setelah timnya kembali mendapat hadiah penalti dari wasit.
Namun, alih-alih mengeksekusi sendiri tendangan dari jarak 12 meter tersebut, palang pintu Real Madrid itu memilih untuk menyerahkan tugas tersebut kepada rekannya yang striker pinjaman Atletico Madrid, Alvaro Morata. Untungnya, Morata sukses menuntaskan tugas yang diamanatkan kapten timnya itu.
“Tugas seorang striker ialah mencetak gol, bagaimanapun caranya. Morata ialah seorang bomber dan dia tahu itu,” cetus Ramos.
“Setelah mengeksekusi yang pertama, lebih baik memberikan satu penalti kepada teman setim untuk mengembalikan mood terbaiknya dan mencetak gol. Kerja dan kebanggaan ialah kolektif. Yang penting hasilnya, bukan siapa yang mencetak gol.”
“Pertandingan ini lebih sulit daripada hasilnya. Kami bermain bagus, bertahan dengan baik, dan kami sangat senang,” timpal Morata.
Spanyol kembali mendapat hadiah penalti pada menit ke-85 setelah Morata dilanggar pemain Swedia Mikael Lustig di areal kotak terlarang. Dalam laga tersebut, Spanyol kembali tidak didampingi arsiteknya Luis Enrique.
Mantan arsitek Barcelona yang sudah absen sejak pertandingan melawan Malta itu kembali harus meninggalkan timnya karena masalah keluarga. Untungnya, asisten Enrique, Robert Moreno, mampu menggantikan tugasnya.
“Semua berjalan seperti yang kami inginkan. Dengan dua penalti, kami menempatkan laga dalam trek dan gol Oyarzabal akhirnya membuat saya senang,” kata Moreno.
“Saya pikir kami masih punya ruang untuk berbenah. Saat ini kami masih mencari formasi yang paling sempurna,” lanjut Moreno.
Pesta gol
Sama seperti Spanyol, beberapa negara lainnya pun pesta gol. Di Grup A, Republik Ceko tanpa ampun melibas Montenegro 3-0. Ketiga gol Ceko dalam laga itu dicetak Jakub Jankto (18’), gol bunuh diri Boris Kopitovic (49’), dan tendangan penalti Patrik Schick (82’). Dengan hasil itu, Ceko berada di posisi kedua klasemen sementara dengan dengan nilai 6, sama dengan Inggris yang ada di urutan pertama.
Sementara itu, di Grup G, Polandia melumat Israel 4-0 berkat gol-gol Krzysztof Piatek (35’) Robert Lewandowski (56’-pen), Kamil Grosicki (59’), dan Damian Kadzior (84’). Pesta serupa digelar Denmark yang menghantam Georgia 5-1 di Grup D, serta Serbia yang menggulung Lithuania 4-1 di Grup B. (AFP/UEFA/R-2)
Keberhasilan Aitana Bonmatí meraih trofi FIFA ini menyusul raihan Ballon d'Or ketiganya yang ia dapatkan pada September lalu.
Aitana Bonmati terjatuh dengan posisi yang tidak nyaman saat sesi latihan pagi di markas timnas Spanyol di Las Rozas, Madrid, Minggu (30/11).
Timnas Spanyol akan menghadapi juara bertahan dua kali, timnas Italia, untuk memperebutkan gelar Piala Davis setelah mengalahkan timnas Jerman di laga semifinal.
Luis De La Fuente menjelaskan dirinya gembira dan sangat menghargai rentetan hasil yang telah didapat oleh timnas Spanyol sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026.
Timnas Spanyol meraih tiket ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup E kualifikasi Piala Eropa 2026 dengan raihan 16 poin dari enam laga.
Pelatih timnas Spanyol, Luis de la Fuente, meminta timnya tetap rendah hati meski baru saja mencetak rekor baru dengan 30 laga berturut-turut tanpa kekalahan.
Graham Potter gagal mencatat start manis bersama Swedia setelah takluk 1-4 dari Swiss di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Swiss kini hanya butuh satu poin untuk lolos.
Graham Potter diberi target membawa timnas Swedia lolos ke Piala Dunia 2026.
Destinasi berikutnya bagi Graham Potter adalah timnas Swedia.
Timnas Swedia, saat ini, terpuruk di dasar klasemen Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan hanya meraih satu poin dari empat pertandingan.
Harapan timnas Swedia untuk tampil di Piala Dunia 2026 terancam pupus setelah mereka kalah 1-0 saat menjamu timnas Kosovo di Strawberry Arena.
Alexander Isak masuk menggantikan Anthony Elanga saat laga antara timnas Kosovo dan timnas Swedia di Pristina menyisakan 18 menit, saat Blagult sudah tertinggal 2-0.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved