Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Garuda Muda Hapus Dahaga

Satria Sakti Utama
27/2/2019 06:10
Garuda Muda Hapus Dahaga
(ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

DI tengah skandal suap yang melibatkan sejumlah pengurus teras PSSI, timnas Indonesia berhasil menorehkan tinta emas dengan menjuarai Piala AFF U-22.

Di final yang berlangsung di Stadion Nasional, Phnom Penh, Kamboja, tadi malam, tim asuhan Indra Sjafri itu menang 2-1 atas Thailand.

Ini kali pertama timnas Indonesia menjuarai turnamen cukup bergengsi di kawasan Asia Tenggara untuk kategori di bawah usia 22 tahun. Tak hanya itu, dalam turnamen ini Indonesia juga menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan.

Setelah bermain imbang 1-1 dengan Myanmar dan 2-2 melawan Malaysia, pasukan 'Garuda Muda' membungkam tuan rumah Kamboja 2-0. Setelah itu di semifinal, giliran Vietnam mereka singkirkan dengan skor 1-0.

Meski dalam skala yang berbeda, prestasi ini mirip dengan yang ditorehkan timnas Italia kala menjuarai Piala Dunia 2006. Selain tak terkalahkan sejak penyisihan dan menjadi kampiun dengan menumbangkan Prancis lewat adu penalti, tim Azzurri datang ke turnamen yang dihelat di Jerman tersebut dengan dibayangi borok skandal Calciopoli, kasus suap yang terjadi di dua divisi teratas kompetisi sepak bola negeri itu.

Atas prestasi itu, Iwan Budianto selaku kepala delegasi timnas U-22 Indonesia pun mengucap syukur.

"Alhamdulillah kita patut bersyukur kepada Allah SWT karena doa seluruh masyarakat terkabul dan timnas U-22 akhirnya menjadi juara," ujar pria yang juga menjabat Plt Ketua Umum PSSI.

"Exco dan semua pengurus PSSI mengapresiasi perjuangan pemain, pelatih, dan ofisial tim yang tidak kenal lelah sejak dari persiapan tim hingga menuju Kamboja," imbuhnya.

Siapkan bonus
Sejumlah ucapan selamat pun dihaturkan para petinggi olahraga negeri ini, dari Menpora Imam Nahrawi hingga Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir.

"Sebagai Ketua KOI, saya sangat bangga atas prestasi timnas U-22 Indonesia di Piala AFF. Ini salah satu prestasi terbaik sepak bola nasional, dan sejak penyisihan timnas tidak pernah kalah," kata Erick dalam keterangan tertulis yang diterima, kemarin.

"Indonesia juara. Terima kasih, Garuda Muda. Kemenangan ini begitu luar biasa. Perjuangan detik demi detik yang tak kenal lelah hingga akhir pertandingan," kata Menpora Imam Nahrawi melalui akun Twitter-nya.

Seperti diwartakan Antara, Menpora bahkan menjanjikan bonus bagi tim asuhan Indra Sjafri tersebut, yang totalnya berjumlah Rp2,1 miliar.

Prestasi yang ditorehkan Osvaldo Haay dkk tak lepas dari sentuhan Indra Sjafri. Sebelumnya, dia juga sukses menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013.

"Alhamdulillah. Tuhan jawab doa kita semua. Ini berkat kerja keras. Semoga pada ajang selanjutnya kita diberikan kelancaran kembali," ungkap Indra.

"Yang bikin saya agak surprise, hampir semua negara, semua pelatih asing. Satu-satunya yang pelatih lokal hanya Indonesia," ungkapnya.

"Tentu saja ini kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita berdiri di atas kaki kita sendiri. Bisa, asal kita mau," sambung Indra.

Pertandingan Indonesia kontra Thailand tadi malam berjalan seimbang meskipun timnas U-22 Indonesia sedikit lebih mendominasi permainan. Gol kemenangan Indonesia ditentukan di menit ke-63 melalui sundulan Osvaldo Haay.

Thailand sebelumnya  memimpin lebih dahulu melalui Saringkan Promsupa sebelum disamakan Sani Riski melalui tendangan dari luar kotak penalti.

"Tentunya saya sangat bangga mencetak gol di partai final. Tapi ini bukan karena saya, karena kerja keras dari teman-teman semua. Saya bersyukur Indonesia bisa menjadi juara," ungkap Osvaldo. (Fer/Opn/E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya