Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Nasional Indonesia U-22 memasuki periodesasi terakhir persiapan menjelang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja pada pertengahan Februari nanti.
Pematangan strategi dan cara bermain skuat Garuda Muda, julukan Timnas U-22, pun sudah akan dituangkan dalam bentuk sejumlah laga uji coba.
Akan tetapi, pertandingan pemanasan yang disiapkan PSSI kepada Witan Sulaeman dkk dinilai tak layak karena hanya melibatkan tim-tim dalam negeri.
Timnas Indonesia U-22 bakal menghadapi Bhayangkara FC pada uji coba perdana di Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi, Rabu (6/2) sore. Selang empat hari kemudian, tim asuhan Indra Sjafri ini akan bepergian ke Malang untuk bertamu ke markas Arema FC.
Indra dalam konferensi pers jelang laga melawan Bhayangkara FC mengaku tak mempermasalahkan kondisi ini.
Baca juga : Timnas U-22 tanpa Marinus saat Hadapi Bhayangkara
Ia menyebut baik Bhayangkara FC maupun Arema FC merupakan lawan yang cocok dengan rencana yang disiapkan tim kepelatihan.
"Kita memilih dua uji coba, satu dengan Bhayangkara. Kita tahu mereka pernah juara Liga 1 dan tim yang memiliki kualitas. Kedua kita lawan Arema karena punya suporter yang banyak. Kita ingin melihat bagaimana pemain bermain di situasi suporter banyak," kata pelatih berdarah Minangkabau itu, Selasa (5/2).
Indra pun berharap dua pertandingan uji coba ini sesuai dengan eksepektasi dan harapannya.
"Mudah-mudahan dua ini cukup untuk evaluasi kita. Jangan juga dipersoalkan kenapa tidak (lawan) internasional. Yang penting bagi kami bisa melakukan uji coba dan itu sesuai dengan tujuan kami," imbuhnya.
Kendati demikian, The Guardians, julukan Bhayangkara, tidak akan mengeluarkan kekuatan terbaiknya dalam laga ini.
Hal ini karena Bhayangkara FC masih dalam tahap awal membangun tim untuk musim kompetisi Liga 1 2019. Bahkan pemilihan pelatih tim baru diputuskan pihak manajemen pada Senin (4/2) dengan menunjuk mantan pelatih Persebaya Surabaya, Angel Alfredo Vera.
"Saya baru lihat latihan kemarin, tidak ada latihan taktik. Waktu terlalu mepet untuk mengetahui pemain yang diinginkan. Untuk besok saya tidak bisa bicara tim terlihat semua karena waktu belum cukup," jelas Vera. (OL-8)
Ezequiel Vidal mencetak dua gol saat PSIM Yogyakarta menahan imbang Persik Kediri 2-2 di Stadion Gelora Joko Samudro. Hasil ini menjaga posisi PSIM di papan tengah klasemen.
Sumsel United membidik kemenangan atas PSMS Medan di Stadion Utama Sumatera Utara demi menjaga peluang promosi ke Super League. Laga krusial penentuan tiga besar.
Bagi Bobotoh dan penikmat Liga 1, memahami latar belakang dan kualitas teknis Kurzawa menjadi hal menarik.
Kedatangan mantan pemain Paris Saint-Germain (PSG) dan AS Monaco ini menjadi bukti keseriusan manajemen Pangeran Biru dalam meningkatkan kualitas skuad.
Tambahan tiga poin membuat koleksi poin Persib menjadi 41, unggul satu angka dari Borneo FC yang sebelumnya nyaman di singgasana dengan 40 poin.
Maung Bandung harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memastikan tiga poin, sekaligus mengkudeta Borneo FC dari puncak klasemen sementara.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menyambut positif kedatangan bek bertinggi badan 188 cm tersebut.
Esports Nations Cup hadir untuk melengkapi ekosistem kompetisi antarklub yang sudah ada, seperti Esports World Cup.
Raihan medali perak tetap layak disyukuri karena merupakan capaian tertinggi futsal putri Indonesia sepanjang partisipasi di SEA Games.
Margin dua gol ke gawang Myanmar tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penentuan nasib Indonesia berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB.
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved