Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Milla Panggil Spaso Perkuat Skuat Garuda

Nurul Fadillah
10/11/2017 07:46
Milla Panggil Spaso Perkuat Skuat Garuda
(Ilija 'Spaso' Spasojevic (tengah)---ANTARA)

KEINGINAN Ilija 'Spaso' Spasojevic membela Indonesia di ajang internasional tampaknya akan segera menjadi kenyataan.

Penyerang Bhayangkara FC itu dipanggil memperkuat timnas senior Indonesia dalam uji coba yang akan berlangsung bulan ini.

Pemanggilan tersebut tidak lepas dari penampilan gemilangnya bersama Bhayangkara FC di Liga 1. Hingga pekan ke-33, pemain kelahiran Montenegro itu telah mencetak 12 gol bagi the Guardian, julukan Bhayangkara FC.

Selain Spaso, empat pemain Bhayangkara FC lain juga dipanggil timnas. Mereka ialah Ilham Udin Armaiyn, Awan Setho, I Putu Gede Juni Antara, dan Evan Dimas.

"Kami bangga karena Spaso adalah pencetak gol terbanyak Bhayangkara FC. Mereka semua akan bergabung ke timnas setelah lawan Persija," kata Media Officer Bhayangkara FC Eko Yudiono seperti dikutip Goal.com.

Bulan ini, timnas Indonesia akan menjalani tiga laga uji coba. Timnas Indonesia U-23 akan menghadapi Suriah U-23 pada 16 November.

Dua hari berselang, timnas Indonesia senior menghadapi Suriah U-23, dan terakhir pasukan Luis Milla bersua Guyana pada 25 November.

Sementara itu, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya meluncurkan buku Kurikulum Pembinaan Sepak Bola Indonesia.

Buku tersebut berisi perumusan filosofi sepak bola Indonesia yang menggambarkan permainan sepak bola Indonesia yang dinilai cocok untuk mengantar ke pentas dunia.

Direktur Teknik PSSI Danurwindo mengatakan, dalam menyusun kurikulum itu PSSI telah melakukan riset selama satu tahun dengan memotret kondisi sepak bola Indonesia, mulai kelebihan dan kelemahan sepak bola, kelebihan-kelebihan pemain Indonesia, kultur geografis-sosiologis masyarakat Indonesia, hingga tuntutan sepak bola papan atas level dunia.

"Hasil perumusan didapat dari riset, diskusi dengan pelatih-pelatih sepak bola senior Indonesia, juga diskusi dengan pelatih asing," ujar Danurwindo.

Menurutnya, kurikulum itu lebih ditujukan pembinaan usia muda untuk membentuk karakteristik pesepak bola Indonesia di masa datang.

Kurikulum yang tercantum di dalamnya pun sudah mulai disosialisasikan dalam kursus kepelatihan lisensi D di seluruh Indonesia sejak awal 2017 dan sudah menjangkau lebih dari ratusan pelatih akademi dan sekolah sepak bola.(Rul/R-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya