Senin 27 April 2020, 04:45 WIB

Memaknai Ramadan dalam Badai Pandemi

Ferdinandus Rabu/H-3 | Renungan Ramadan
Memaknai Ramadan dalam Badai Pandemi

MI/Ferdinandus
Warga Kampung muslim Delang memaknai Ramadan di tengah covid-19

 

SUARA azan dari balik Masjid Almunawwarah Delang masih bisa terdengar jelas dan terus bergema di Kampung Delang di Desa Tiwatobi Kecamatan Ile Mandiri, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Abdul Jasril, Haji Anwar, dan sejumlah warga kampung Delang terlihat menekuni kesibukan mereka masing-masing. Ada yang sedang menjahit pukat, ada yang sedang memperbaiki perahu, ada pula yang hanya duduk santai di depan rumahnya.

Azan yang memecah keheningan sore di perkampungan nelayan yang mayoritas penduduknya beragama Islam tidak membuat warga bergegas ke masjid untuk salat berjemaah. Tidak seperti biasanya, setelah azan usai masjid tetap terlihat sepi. Menyambut Ramadan di tengah pandemi covid-19, warga tidak melaksanakan salat berjemaah, termasuk salat Tarawih. Mereka menjalankan ibadah di rumah masing-masing.

“Sedih sekali, Pak. Ada yang hilang. Biasanya ramai sekali. Tradisi yang berlangsung lama, seperti buka bersama, salat Tarawih bersama, dan aksi sosial lainnya tidak bisa terlaksana karena ancaman korona ini,” jelas Abdul Jasril, salah seorang warga Dusun 4 Delang, Desa Tiwatobi, ketika ditemui Media Indonesia, kemarin.

“Inginnya seperti dulu karena keramaian itu. Ingin untuk berkumpul merayakan Ramadan bersama. Tapi bagaimana, sekarang kami hanya bisa mendengar suara di balik masjid, tetapi tidak bisa berkumpul dan hanya bisa salat di rumah,” lanjut Abdul Jasril.

Hal yang sama juga dirasakan Haji Anwar. Suasana ramai Ramadan sirna karena pandemi.

“Biasanya kampung ini ramai sekali kalau masuk Ramadan. Ada lomba baca Alquran, ada lomba kasidah, ada salat bersama, dan ada buka bersama. Saat ini kan memang harus ditiadakan dulu. Berpuasa tetap dilaksanakan tetapi suasana tradisi itu yang ditiadakan. Mau bagaimana lagi,” ujarnya prihatin.

Namun, dirinya tetapi meyakini doa dan iman tetap terwujud dan akan semakin kuat menghadapi kondisi ini. “Kondisi ini tidak menyurutkan semangat berpuasa kami. Kami tetap menjalani dengan iman yang tegus, agar puasa ini tetap bermakna. Kita juga berdoa agar kondisi ini bisa segera pulih dan dan wabah korona pun bisa hilang,” ungkap Haji Anwar.

Sementara itu, salah seorang pengurus Masjid Almunawwarah Delang, Haji Arifin Bayo mengungkapkan suasana Ramadan memang terlihat sepi karena tidak ada penyelenggaraan salat berjemaah untuk mencegah penyebaran virus korona.

“Memang saat ini tradisi ditiadakan, seperti salat Tarawih dan salat berjemaah ditiadakan karena sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini,” jelasnya. Namun ia mengatakan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kaum muslim untuk berpuasa dan mengajak umat agar tabah menghadapi kondisi pandemi. “Sebagai umat Islam, kita punya tanggung jawab bersama dan mengikuti aturan pemerintah. Saya yakin kita akan melewati semuanya. Badai itu akan berlalu. Tetap tabah dan tekun berdoa agar iman tetap terjaga dan puasa pun bermakna untuk kehidupan kita,” pungkas Haji Arifin. (Ferdinandus Rabu/H-3)

Baca Juga

MI/Seno

Merawat Kemabruran Puasa

👤Nasaruddin Umar Imam Besar Masjid Istiqlal 🕔Sabtu 30 April 2022, 04:10 WIB
Akhlak Tuhan dapat dikenal melalui sifat-sifat-Nya sebagaimana tergambar dalam nama-nama indah-Nya (al-asma`...
MI/Seno

Ramadan dan Mudik Lebaran

👤Moh Najib Wakil Ketua Umum MPP ICMI 🕔Jumat 29 April 2022, 04:55 WIB
DI antara keistimewaan Ramadan ialah Ramadan menjadi bulan penghapus...
MI/Duta

Puasa dari Elektabilitas Survei

👤Nadirsyah Hosen Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama Australia-Selandia Baru 🕔Kamis 28 April 2022, 04:15 WIB
SAAT ini hasil survei menjadi ukuran...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Rabu, 18 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN