Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERLAHAN demi perlahan lembaran kitab suci Alquran yang sudah kekuning-kuningan itu dibuka Kemas Andi Syarifuddin. Pria berusia 49 tahun itu merupakan keturunan dari khatib penghulu dan pengurus Masjid Agung Palembang, Sumatra Selatan, di masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Ada 10 buku kitab suci Alquran dan 90 buku manuskrip sejarah keislaman peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam di hadapan Kemas Andi.
Sebagian lain tersusun rapi di lemari yang berada di sudut rumahnya di Jalan Faqih Jalaludin, Palembang. “Saya diberi amanat oleh kakek, Kiai Kemas Haji Umar, pada saat saya berusia 21 tahun untuk menjaga buku dan kitab suci ini,” kata dia.
Menurut Kemas Andi, Alquran bertinta emas dengan tulisan arab Melayu ini sudah berusia lebih dari dua abad. Keunikan Alquran ini ialah bahan baku kertasnya dikirim langsung dari Eropa, sedangkan tinta emasnya berasal dari leburan emas 18 karat di masa itu. Tidak hanya itu, sampul depan Alquran juga berasal dari leburan lempengan emas.
Namun, tidak semua ayat bertintakan emas. Tulisan bertinta emas hanya ditemui di tiga bagian Alquran. Pertama, di bagian depan yang bertuliskan surah Alfatihah dan Alif Lam Mim.
Kedua, pada bagian tengahnya tinta emas indah mengukir surah Al-Kahfi. Lalu, ketiga tulisan tinta emas menghiasi surah An-Nas dan Al-Falaq pada bagian akhir Alquran. Ukiran Simbar khas Melayu Palembang semakin mempercantik Alquran
tersebut.
Alquran ini ditulis tangan oleh para ulama dan kepala penghulu yang disebut Pangeran Penghulu Nata Agama. Dari 10 Alquran yang diwariskan tersebut, kata Kemas Andi, ada dua kitab suci Alquran yang sudah rusak karena lembaran kertasnya sudah rapuh dan tidak bisa lagi dibuka untuk dibaca.
Dalam merawatnya, Kemas Andi melakukannya secara tradisional saja seperti menggunakan kapur barus agar kertasnya tetap awet dan tidak rapuh.
Beberapa kali, pria kelahiran Palembang, 26 Mei 1971 yang bekerja di staf laboratorium naskah di pasca-UIN Raden Fatah Palembang itu meminjamkan mushaf Alquran kuno itu untuk penelitian para mahasiswanya.
Alquran itu juga sering dipamerkan di sejumlah acara hingga menarik minat sejarawan dan kolektor dari luar negeri. Karena nilai sejarah yang cukup bernilai, banyak yang tertarik memilikinya dan membeli Alquran itu dengan harga fantastis.
“Tapi tidak saya jual karena harus dijaga dan dilestarikan, terutama oleh turun-temurun keluarga saya,” sahut Kemas Andi.
Dengan kegigihannya menjadi generasi penjaga Alquran bertinta emas itu, ayah tiga anak ini diganjar penghargaan dari Badan Perpustakaan Nasional sebagai Pelestari Naskah Kuno. (Dwi Apriani/H-2)
PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta memperbolehkan penumpang minum air dan makanan ringan saat berbuka puasa di dalam bus apabila ada di perjalanan.
Amerika Serikat merilis pernyataan resmi menjelang dimulainya bulan suci Ramadan, yang menekankan nilai keimanan, refleksi diri, serta pentingnya kebebasan beragama bagi masyarakat.
Waspada kurma Israel saat Ramadhan! Cek daftar merek kurma terafiliasi Israel yang masuk daftar boikot dan pilihan kurma aman dari Palestina hingga Madinah.
Panduan lengkap amalan malam pertama Ramadhan sesuai ijazah ulama. Tata cara shalat sunnah mutlak dan keutamaan membaca Surah Al-Fath agar berkah setahun.
Pelajari pentingnya niat puasa Ramadan, kapan harus dilakukan, dan cara meniatkan puasa agar ibadah sah dan penuh keikhlasan.
Jelang Ramadan 1447 H, TPU Cieunteung di Tasikmalaya dipadati peziarah dari berbagai kota. Simak tradisi nyekar dan munggahan warga di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved