SUASANA duka tengah menyelimuti keluarga besar pengusaha minyak kelas atas, Muhammad Riza Chalid.
Kemarin, ibunda Riza, Hj Siti Hindun, berpulang.
Sejumlah politikus ternama melayat ke rumah duka di Jalan Sriwijaya Raya nomor 27, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Bahkan tak sedikit yang ikut menemani Riza mengantar jenazah ibunda ke peristirahatan terakhir di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Di antaranya ada tiga unsur pimpinan DPR: Setya Novanto, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan wakilnya, Aziz Syamsuddin, juga ikut melayat ke rumah duka.
Dengan mengendarai mobil dinasnya, RI-6, Setya Novanto bahkan ikut iring-iringan pe-ngantar jenazah ke permakam-an.
Elite partai lainnya, seperti mantan Presiden PKS Anis Matta dan mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, juga ikut menyambangi rumah duka yang dijaga superketat tersebut.
Di ujung jalan rumah duka, puluhan petugas keamanan berjaga-jaga. Setiap tamu yang ingin melayat ditanyai dulu identitas dan maksud kedatangannya.
Kamera seorang pewarta foto bahkan sempat dirampas petugas keamanan karena mengabadikan jejeran karangan bunga.
Saat prosesi pemakaman yang dipimpin Sekjen Partai Golkar Idrus Marham berlangsung, jalan-jalan menuju liang lahad juga dijaga.
Mata petugas keamanan mengawasi satu per satu orang yang lalu lalang di area permakaman.
Dari kejauhan, terlihat Setya Novanto dan Fadli Zon yang dikelilingi ajudan mereka berdiri dekat liang lahad.
Setya dan Fadli menyalami dan memeluk Riza begitu pemakaman usai.
"Iya, itu harus," tegas Setya kepada wartawan saat ditanyai kehadirannya di pemakaman ibunda Riza Chalid.
Setya baru bisa dikonfirmasikan wartawan saat berada di Wisma Antara, Jakarta, seusai bertemu dengan Forum Pemred.
Riza Chalid kini menjadi sorotan karena disebut-sebut dalam dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla oleh Ketua DPR Setya Novanto, dalam pengurusan perpanjangan kontrak karya PT Freeport Indonesia.