Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemberantasan Korupsi siap menindaklanjuti dan mengusut tuntas hasil audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral).
Temuan utama dari audit itu ialah adanya pengaturan volume minyak mentah dan BBM oleh Petral kepada perusahaan minyak nasional (national oil company/NOC).
Selain itu, ada kebocoran informasi rahasia dan pengaruh pihak eksternal di luar manajemen Pertamina dan Petral Group yang membuat harga minyak dan BBM ke Indonesia jadi lebih tinggi.
"Kami belum mendapat laporan hasil audit forensik Petral, tapi jika memang ada indikasi, tentu KPK akan mengusut," kata Plt Wakil Ketua KPK Indriyanto Seno Adji kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.
Menurutnya, KPK telah memiliki prosedur dalam mengusut dugaan korupsi. Setelah menerima laporan, KPK akan mengkaji dan mengevaluasi hasil audit forensik Petral.
"KPK sudah memiliki SOP tersendiri untuk penanganan laporan. Tim kami tetap melakukan kajian dan evaluasi terhadap data yang diperoleh," tegas Seno.
Dirut PT Pertamina (persero) Dwi Sutjipto mengungkapkan hasil audit mengungkapkan sejak 2012 terdapat anomali kegiatan di Petral Group, yakni pengaturan volume minyak mentah dan BBM oleh Petral kepada para NOC.
"Lalu ada preferensi hanya NOC yang akhirnya membuat keterbatasan persaingan dalam tender. Ini semua menurut laporan," papar Dwi di Jakarta, kemarin.
Diungkapkan pula adanya kebocoran informasi yang terjadi di dalam internal Pertamina, yakni perihal patokan harga dan volume minyak dan BBM dalam proses pengadaan.
Namun, Pertamina masih memproses hal tersebut lantaran Kordamentha, auditor asal Australia yang ditunjuk Pertamina, belum bisa menggali temuan tersebut lebih mendalam. Bahkan dalam laporan hasil audit juga tidak terungkap besar kerugian negara akibat praktik anomali tersebut.
"Apalagi, ada orang-orang internal Pertamina yang kurang kooperatif di masa proses audit ini. Kami akan melanjutkan penelitian lebih lanjut," tandas Dwi.
Penemuan utama yang terakhir ialah pengaruh eksternal dalam pengembangan bisnis yang mencakup negosiasi dalam hal penentuan terms and condition.
Atas hasil audit tersebut, VP Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menambahkan pihaknya akan terbuka terhadap tindak lanjut dari hasil audit yang sudah diterima perseroan.
Pihaknya bakal menyambut baik bila hasil audit itu dilanjutkan ke KPK.
Audit finansial
Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman menyatakan pihaknya bakal melakukan audit finansial terhadap Petral Group pada akhir tahun ini. Pasalnya, masih terdapat masalah dalam klaim utang piutang antara Pertamina dan Petral Group sebesar US$46,6 juta.
Di samping itu, lanjut Arief, audit finansial juga dilakukan dalam rangka menyelesaikan proses likuidasi Petral Group yang ditargetkan kelar pada April 2016.
Sebagai informasi, Petral Group sudah dibekukan sejak Mei 2015.
Sejak Januari 2015, peran Petral pun sudah digantikan oleh internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina.
(Jes/X-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved