Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Petinggi PPP Temui JK via Pintu Belakang

Anshar Dwi Wibowo
10/11/2015 00:00
Petinggi PPP Temui JK via Pintu Belakang
Wakil Presiden Jusuf Kalla(MI/RAMDANI)

TIGA tokoh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyambangi Kantor Wakil Presiden Jusuf Kalla melalui jalur yang tidak biasa (pintu belakang).

Mereka ialah anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy (Romi).

Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan adanya pertemuan yang berlangsung tertutup selama kurang lebih 1,5 jam tersebut. Salah satu topik yang dibicarakan ialah islah PPP.

"Kan tadi Menteri Agama dengan Wantimpres itu kita bicara tentang tugas masing-masing. Ya tentu juga menyinggung bagaimana islah itu kita bicarakan," ujar JK di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Kepada wartawan, JK menuturkan memberikan saran kepada PPP dalam pertemuan itu. Namun, ia tidak menguraikan saran apa saja yang disampaikan kepada Romi dkk.

"Wah kalau saran disampaikan, nanti kurang bagus, ya," tukasnya.

Para petinggi partai berlambang Kakbah itu datang sekitar pukul 15.00 WIB. Pertemuan itu tidak ada dalam agenda harian Wapres yang biasa terpampamg dalam situs resmi Wapresri.go.id.

Mereka pun memilih masuk lewat pintu bagian belakang Kantor Wapres. Padahal, u-mumnya tamu-tamu Wapres datang melalui pintu depan yang tepat bersebelahan dengan Istana Merdeka.

Awak media yang mencoba menunggu di pintu belakang tidak berhasil menemui para tokoh PPP itu.

Beberapa wartawan yang berkumpul diminta kembali ke tempat biasa (pintu depan) karena dikabarkan Romi dkk akan keluar melalui pintu tersebut. Ternyata, ketiganya tidak muncul dan sudah pergi meninggalkan Kantor Wapres.

Suharso yang dihubungi untuk dimintai konfirmasi mengenai pertemuan itu belum bersedia memberikan jawaban.

Sebelumnya, Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz mengaku meminta JK untuk membantu mendamaikan dualisme kepengurusan PPP, seperti yang dilakukan untuk Golkar. JK pun siap menjadi fasilitator islah bagi PPP.

Siapkan munas

Sementara itu, Ketua Umum DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Dave Laksono mengatakan Agung Laksono bersedia menjadi Wakil Ketua Umum Golkar hanya untuk menyiapkan munas Golkar.

"Pada musyawarah antara Pak Agung dan Pak Aburizal, Pak Agung bersedia menjadi wakil ketua umum dengan catatan tersebut," ungkap Dave di Jakarta, kemarin.

Dave mengatakan itu menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Golkar versi Munas Bali, Fadel Muhammad, yang mengatakan Agung tidak keberatan bila Aburizal menjadi Ketua Umum Golkar.

Menurut Dave, berdasarkan AD/ART Partai Golkar, munas diselenggarakan oleh DPP Golkar.

Kalau DPP ada dua kepengurusan, tidak bisa menyelenggarakan munas.

"Karena itu, solusinya Golkar kembali ke kepengurusan Riau, dengan Pak Ical ketua umum dan Pak Agung wakil ketua umum," jelasnya.

Di sisi lain, Fadel Muhammad menilai munas tidak mendesak dilakukan dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, yang lebih penting ialah partai harus fokus terhadap pemenangan pilkada yang sudah di depan mata.

(Nov/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya