Headline

“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.

Perkuat Diplomasi, KSAL Lepas KRI Bima Suci Arungi 8 Negara

Rahmatul Fajri
01/4/2026 10:53
Perkuat Diplomasi, KSAL Lepas KRI Bima Suci Arungi 8 Negara
KRI Bima Suci(Antara)

TNI Angkatan Laut kembali mengirimkan kapal layar tiang tinggi kebanggaan bangsa, KRI Bima Suci-945, dalam misi pelayaran muhibah diplomatik bertajuk Kartika Jala Krida (KJK) 2026. Misi internasional ini bertujuan mempererat hubungan antarnegara sekaligus mengasah kemampuan diplomasi calon perwira remaja di kawasan Asia Pasifik.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas langsung keberangkatan kapal tersebut di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Selasa (31/3). Kapal dijadwalkan menempuh perjalanan selama 124 hari.

Kolaborasi Internasional
Dalam pelayaran kali ini, KRI Bima Suci tidak hanya membawa personel internal TNI AL, tetapi juga menjadi wadah interaksi antarbangsa melalui program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS).

"KRI Bima Suci membawa 79 taruna tingkat dua angkatan ke-73 Akademi Angkatan Laut (AAL). Selain itu, ada 52 peserta delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 24 negara sahabat, mulai dari Australia, Cina, Kanada, hingga perwakilan negara-negara Eropa dan Afrika," ujar Ali melalui keterangannya, Rabu (1/4).

Selama mengarungi jarak 16.877 mil laut (nautical mile), para taruna akan memperdalam kompetensi teknis seperti navigasi lingkaran besar dan astronomi. Namun, aspek diplomasi tetap menjadi prioritas utama.

"Pelayaran ini mengajarkan mereka bagaimana berdiplomasi dengan angkatan laut asing yang dikunjungi. Kebetulan kadet-kadet dari negara sahabat juga ikut dalam pelayaran ini, sehingga interaksi langsung sudah terbangun di atas kapal," tambah Ali.

Penyesuaian Rute
Menyikapi eskalasi ketegangan global di wilayah Timur Tengah dan Mediterania, TNI AL mengambil langkah preventif dengan melakukan perubahan rute secara signifikan demi menjamin keamanan personel.

Rencana awal yang meliputi kunjungan ke Mesir, Spanyol, hingga Amerika Serikat dibatalkan. Sebagai gantinya, rute kini difokuskan pada stabilitas kawasan Asia Pasifik, meliputi:

  •     Jakarta – Belawan – Sri Lanka
  •     Singapura – Vietnam – Cina
  •     Korea Selatan – Rusia – Jepang
  •     Filipina – Bitung – Surabaya.

Ali menegaskan bahwa pemilihan rute baru ini telah melewati kajian mendalam dan koordinasi lintas sektoral. “Kami sudah koordinasi dengan Kemenlu, para Duta Besar, serta Atase Angkatan Laut di sana. Kami pastikan rute yang dikunjungi adalah negara-negara yang memang dianggap aman bagi personel dan materiil,” pungkas Ali. (Faj/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya